KUNINGAN, (VOX) – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan pada Minggu sore hingga malam, 21 Desember 2025, memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Karang Tengah RT 013 RW 04, Desa Kutawaringin, Kecamatan Selajambe. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan dilaporkan secara resmi kepada BPBD Kabupaten Kuningan pada Senin pagi, 22 Desember 2025.

Berdasarkan laporan update kaji cepat yang dirilis BPBD, longsor terjadi akibat curah hujan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB sehingga menyebabkan tembok penahan tanah rumah milik seorang warga bernama Anah, 59 tahun, mengalami longsor dan berdampak pada satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Material longsoran juga menimpa halaman belakang rumah milik Tarmedi, 61 tahun, yang berada di samping lokasi kejadian.

BPBD Kabupaten Kuningan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dalam laporan resmi disebutkan bahwa kondisi penghuni rumah masih memungkinkan untuk tetap menempati kediamannya setelah dilakukan pembersihan material longsor secara bergotong royong oleh warga bersama aparat desa.

“Korban jiwa nihil dan pembersihan material longsoran sudah selesai dilaksanakan secara bersama-sama. Saat ini kondisi relatif aman dan langkah lanjutan akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa serta pihak terkait,” demikian keterangan tertulis Tim Assessment dan Tim Pencarian Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan dalam laporan resminya.
Dari hasil pendataan di lapangan, kerusakan yang ditimbulkan meliputi longsornya tembok penahan tanah rumah dengan panjang sekitar tujuh meter, lebar dua meter, dan tinggi dua meter. Selain itu, halaman belakang rumah warga lainnya tertimbun material longsor dengan panjang sekitar empat meter dan ketebalan mencapai empat puluh sentimeter.
BPBD Kabupaten Kuningan bersama aparat kecamatan, TNI, dan Polri telah melakukan langkah penanganan darurat sejak laporan diterima. Tim assessment diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak. Dalam laporan tersebut, kebutuhan darurat yang masih diperlukan adalah material bangunan guna perbaikan tembok penahan tanah yang longsor.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. “Masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama saat hujan dengan durasi panjang, dan segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah,” tulis BPBD dalam penutup laporannya.

Hingga Senin sore, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan situasi terkendali. BPBD menyatakan akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi lanjutan untuk mencegah terjadinya longsor susulan di wilayah tersebut.***

Deskripsi Iklan Anda