
KUNINGAN(VOX) – (PLT) Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Kuningan Kh. Ali Subhan menegaskan komitmen organisasi dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisi pencak silat sebagai identitas budaya daerah. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada Konferensi Daerah (Konferda) DPD PPSI Kabupaten Kuningan yang digelar di aula KIC kantor pemerintah daerah lantai 3 dengan khidmat.Rabu (28/01/2025).
Dalam sambutannya, PLT Ketua DPD PPSI Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari Bupati Kuningan,perwakilan DPP PPSI Nasional, tokoh masyarakat, sesepuh pencak silat,Kadis disporapar,serta Jajaran Forkopimda.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua DPP PPSI Nasional yang diwakili oleh Bapak Haji Yoyo Yahya, S.K.M.H., Bupati kabupaten Kuningan Dr.Dian Rachmat Yanuar M.Si. Serta seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir di Konferda ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, penghormatan khusus disampaikan kepada Ibu Dr. Randa Hajah Dudu, Ketua Umum PBNU Kabupaten Tulungagung yang baru terpilih. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa kemajuan serta mengangkat martabat muslimat dan organisasi ke depan.
“Semoga amanah yang diemban Ibu Hajah Dudu mampu membawa kemaslahatan dan kemajuan, khususnya bagi kaum muslimat,” tuturnya.

PLT Ketua DPD PPSI menjelaskan bahwa Konferda seharusnya dilaksanakan pada Desember 2025. Namun, agenda tersebut harus tertunda karena adanya penugasan dari DPP PPSI kepada Ibu Hajah Anisa atau Susi untuk mengikuti kegiatan nasional.
Penundaan tersebut berkaitan dengan partisipasi PPSI dalam Hari Tinta Nasional yang digelar pada 12 Desember 2025 di Jakarta.
“Penundaan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi kepentingan organisasi secara nasional,” jelasnya.
Pada peringatan Hari Tinta Nasional, PPSI berhasil menghimpun 17 provinsi dengan lebih dari 3.000 pelaku pencak silat tradisi dari seluruh Indonesia. Kabupaten Kuningan turut ambil bagian, termasuk dengan menampilkan paduan suara daerah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Kuningan bisa tampil dan berkontribusi di panggung nasional,” ungkapnya.
PLT Ketua DPD PPSI juga menyampaikan rasa hormat kepada para ketua paguyuban, pimpinan perguruan silat, serta para sesepuh pencak silat yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai tradisi.
Dalam laporan organisasi, disebutkan bahwa hingga saat ini terdapat 31 perguruan silat di Kabupaten Kuningan yang telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari DPD PPSI. Sementara beberapa perguruan lainnya masih dalam proses administrasi.
“Kemajuan pencak silat di Kuningan sangat bergantung pada peran para sesepuh dan perguruan. Tanpa mereka, PPSI tidak akan berjalan,” tegasnya.
Terkait struktur organisasi, baru lima Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) yang dilantik karena belum seluruh dari 32 kecamatan membentuk kepengurusan. Dengan demikian, hak suara dalam Konferda dikembalikan kepada masing-masing paguron.
PLT Ketua DPD PPSI Kabupaten Kuningan juga memberikan apresiasi kepada Ketua Komite Saring, Ibu Hajah Anisa atau Susi, yang dinilai berperan besar dalam pembentukan panitia dan kelancaran Konferda.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Forkopimda, DPRD Kabupaten Kuningan, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan PPSI.
Sebagai penutup, ia menyampaikan laporan singkat capaian DPD PPSI Kabupaten Kuningan periode 2021–2025, yang diawali dengan program prakerja serta berbagai bentuk kerja sama dengan pihak terkait guna memperkuat eksistensi pencak silat tradisi di daerah.
“Semua capaian ini adalah hasil kerja bersama. Harapan kami, PPSI Kuningan ke depan semakin solid, bermartabat, dan berakar kuat pada nilai budaya,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan