KUNINGAN (VOX) – Rentetan kejadian pohon tumbang yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang mulai meningkat sejak pekan ketiga Januari 2026. Berdasarkan prospek cuaca mingguan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang diperbarui pada 22 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, wilayah Jawa Barat termasuk Kuningan berada dalam periode peningkatan hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.

BMKG mencatat kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P yang masing-masing terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria. Kedua bibit siklon tersebut membentuk dan memperkuat daerah konvergensi angin dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, mencakup Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan hingga Papua bagian selatan.

Selain itu, penguatan Monsun Asia yang disertai fenomena Cross Equatorial Northerly Surge menyebabkan aliran massa udara lembap dari Asia bergerak lebih cepat melintasi ekuator menuju wilayah Indonesia bagian selatan. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang dalam periode 23 hingga 29 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan melalui keterangan yang disampaikan Indra Bayu menjelaskan bahwa dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan signifikan sejak hujan deras disertai angin kencang terjadi secara berulang dalam beberapa hari terakhir.

“Sejak beberapa hari terakhir, khususnya mulai akhir pekan kemarin, laporan pohon tumbang meningkat tajam. Ini sejalan dengan prediksi BMKG terkait penguatan monsun Asia dan kemunculan bibit siklon tropis,” ujarnya.

Menurutnya, hujan dengan durasi cukup lama yang terjadi hampir setiap hari, ditambah hembusan angin kencang pada waktu bersamaan, membuat banyak pohon tua dan lapuk tidak mampu menahan tekanan angin. Kondisi tersebut terutama berbahaya bagi pohon-pohon yang berada di sekitar pemukiman padat, fasilitas umum, serta ruas jalan utama.

BMKG sendiri menetapkan beberapa wilayah Jawa sebagai daerah dengan status siaga hingga awas hujan lebat sampai hujan ekstrem dalam periode 26 sampai 29 Januari 2026. Kondisi ini dinilai masih berpotensi memicu kejadian turunan bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, genangan, banjir, hingga longsor.

“Fenomena alam ini tidak berdiri sendiri dan tidak bisa diprediksi secara kaku. Walaupun ada peringatan dini, dampaknya bisa terjadi secara cepat dan meluas,” kata Indra Bayu.

Ia menegaskan bahwa selama periode prakiraan tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terutama pada jam-jam hujan deras dan angin kencang, yang umumnya terjadi pada siang hingga malam hari. BPBD Kuningan juga terus berkoordinasi dengan Damkar dan pemerintah desa untuk melakukan pemantauan serta penanganan cepat di titik-titik rawan.

Dengan masih tingginya potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026, BPBD mengingatkan bahwa kejadian pohon tumbang berpeluang kembali terjadi apabila tidak dibarengi dengan langkah mitigasi awal, terutama pada pohon-pohon yang sudah berusia tua dan minim perawatan.***