KUNINGAN(VOX) – Suara bangunan ambruk memecah keheningan sore itu. Di tengah menjalankan shalat Ashar, Ibu Ida (70), warga Gang Siaga VI, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, tak menyangka rumah sederhana yang ia tempati puluhan tahun roboh dari bagian belakang.

Musibah itu bukan sekadar kerusakan bangunan. Bagi Ibu Ida, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan gado-gado, rumah adalah satu-satunya tempat berlindung. Ketika dinding dan atap tak lagi kuat menahan beban, keselamatan menjadi taruhannya terutama saat hujan turun.

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Pada Rabu (28/1/2026) sore, Bupati mendatangi langsung lokasi rumah ambruk, memastikan kondisi warga dan merespons cepat kebutuhan darurat.

“Yang Penting Ibu Aman dan Tidak Kehujanan”Ujar bupati.

Di hadapan Ibu Ida, Bupati Dian menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah, tidak akan menunggu lama untuk bertindak.

“Hal paling penting sekarang Ibu tidak kehujanan dan bisa tinggal dengan aman. Kita lakukan perbaikan darurat dulu, yang mendesak kita selesaikan segera,” ujar Bupati Dian, Rabu (28/1/2026).

Langkah cepat pun disiapkan. Pemerintah Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan BPBD Kabupaten Kuningan untuk penanganan darurat, termasuk pengiriman material awal sembari dilakukan perhitungan teknis lanjutan.

Ibu Ida masih mengingat jelas detik-detik kejadian. Saat itu ia tengah menunaikan shalat Ashar. Tiba-tiba, suara keras terdengar dari bagian belakang rumah.

“Saya kaget, tiba-tiba ada suara keras. Setelah selesai shalat, ambruk lagi,” tuturnya.

Beruntung, tak ada korban jiwa. Namun kondisi rumah kini tak lagi layak huni jika tak segera ditangani.

Kunjungan orang nomor satu di Kuningan itu menjadi momen yang tak terlupakan bagi Ibu Ida. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya bungah, dalam bahasa Sunda karena tak merasa sendirian menghadapi musibah.

“Terima kasih banyak Pak Bupati. Sangat senang dan berharap rumah ini bisa diperbaiki karena sudah tidak sanggup lagi,” ucapnya lirih.

Kasus rumah ambruk ini menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat warga kecil menghadapi kondisi darurat. Bukan sekadar simbolik, kunjungan ini dibarengi langkah nyata agar rumah tetap bisa dihuni dengan aman sembari menunggu proses rehabilitasi lanjutan.

Bagi Ibu Ida, perhatian tersebut bukan hanya soal perbaikan rumah tetapi tentang rasa aman, kepastian, dan harapan untuk kembali menjalani hari tanpa cemas setiap hujan datang.***