KUNINGAN (VOX) – Upaya menjaga produksi padi di tengah ancaman cuaca ekstrem terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) mengintensifkan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) di sejumlah sentra produksi sebagai langkah menjaga stabilitas pangan daerah.

Langkah ini menjadi penting mengingat tingginya curah hujan dan kelembapan lahan berpotensi meningkatkan serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat menurunkan produktivitas padi petani.

Pada Senin (2/2/2026), Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menghadiri langsung pelaksanaan Gerdal OPT Penggerek Batang Padi (PBP) seluas 12 hektare di Kelompok Tani Mekar Harapan 1, Blok Pariuk, Desa Balong, Kecamatan Sindangagung.

Kegiatan dilakukan melalui pendekatan terpadu, mulai dari edukasi pengenalan OPT padi kepada petani, diskusi teknis budidaya, hingga pengendalian hama bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Pada kesempatan tersebut, Diskatan juga menyalurkan bantuan insektisida Nara Hypo yang diaplikasikan melalui penyemprotan serentak.

Wahyu menegaskan, pengendalian OPT secara dini dan terkoordinasi menjadi kunci utama menjaga produktivitas padi, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim.

“Dengan kondisi cuaca yang masih lembap dan curah hujan relatif tinggi, potensi serangan OPT meningkat. Karena itu, pengendalian harus dilakukan secara serentak dan tepat waktu agar perkembangan hama dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian OPT tidak hanya bergantung pada penyemprotan, tetapi juga penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui pengamatan rutin serta praktik budidaya sesuai rekomendasi.

Menurutnya, peran aktif petani dalam melakukan pengamatan lapangan serta koordinasi dengan POPT menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian sekaligus menjaga hasil panen.

Pada hari yang sama, Diskatan Kuningan juga melaksanakan Gerdal OPT penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB) seluas 10 hektare di Kelompok Tani Mekar Mukti, Desa Gerba, Kecamatan Kramatmulya. Kegiatan ini dilaksanakan UPTD Brigade Proteksi bersama POPT sebagai respons cepat terhadap potensi serangan penyakit hawar daun bakteri.

Pengendalian dilakukan secara teknis dan terukur untuk menekan penyebaran penyakit agar tidak meluas ke areal pertanaman lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi padi di wilayah sentra pertanian Kuningan.

Melalui pelaksanaan Gerdal OPT di dua lokasi tersebut, Diskatan Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi petani sebagai garda depan ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat perlindungan tanaman dan menjaga stabilitas produksi padi.***