KUNINGAN (VOX) – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana mengimbau pemerintah desa dan kelurahan untuk memperkuat mitigasi bencana dari level terbawah, salah satunya dengan memastikan ketersediaan peralatan dasar penanganan kedaruratan seperti mesin chainsaw di setiap desa. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kejadian pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda Kuningan dalam beberapa hari terakhir.

BPBD menilai kesiapsiagaan desa menjadi kunci utama dalam merespons kejadian darurat yang terjadi secara bersamaan di banyak titik.

“Mitigasi itu sebetulnya tidak mahal dan tidak harus ribet. Minimal desa punya satu mesin chainsaw, itu sudah sangat membantu ketika terjadi pohon tumbang,” ujarnya kepada vox, Sabtu (24/01).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin chainsaw di tingkat desa memungkinkan penanganan awal dilakukan secara cepat tanpa harus selalu menunggu bantuan dari Damkar atau BPBD kabupaten. Menurutnya, dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, jumlah kejadian bisa terjadi serentak sehingga tidak seluruh laporan dapat langsung ditangani oleh petugas.

“Ketika titik kejadian banyak, desa yang bisa menangani sendiri dulu itu sangat membantu. Kalau memang tidak mampu, baru dibantu Damkar dan BPBD. Ini soal kecepatan dan keselamatan,” katanya.

BPBD juga mendorong pemanfaatan anggaran desa untuk pengadaan peralatan tersebut karena bersifat jangka panjang dan tidak hanya digunakan untuk kebencanaan. Mesin chainsaw, lanjut Indra Bayu, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain dan tidak harus dibeli setiap tahun.

“Paling pemeliharaan dan servis saja. Tapi manfaatnya besar,” ujarnya.

Selain pengadaan peralatan, BPBD mengimbau masyarakat dan aparat desa kelurahan untuk aktif melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua, lapuk, atau berpotensi roboh, terutama yang berada di sekitar pemukiman, fasilitas umum, dan jalur lalu lintas padat.

Langkah sederhana seperti mengurangi lebatnya ranting dinilai dapat menekan risiko pohon tumbang saat hujan dan angin kencang.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, terutama untuk pohon-pohon yang berada di ruas jalan yang menjadi kewenangan dinas teknis tertentu. BPBD berharap seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala agar potensi bahaya dapat diminimalisir sebelum terjadi.

“Ketangguhan masyarakat itu tumbuh dari kesadaran warga di level terbawah. Ketika masyarakat guyub, saling bahu-membahu, penanggulangan bencana akan lebih efektif dan tidak selalu bergantung pada bantuan dari jauh,” pungkasnya.***