
KUNINGAN(VOX) – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. secara resmi membuka kegiatan Obrolan Mahasiswa Jogja–Kuningan (Om-Jok) 2026 yang digelar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPMK) Yogyakarta, di Sanggariang, Jalan Siliwangi No. 75, Kuningan. Sabtu(31/01/2026).
Mengusung tema “Menyulam Asa Merangkai Cita”, Om-Jok 2026 tidak sekadar menjadi ajang temu kangen mahasiswa perantauan, tetapi juga ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, harapan, dan mimpi pelajar Kuningan yang sedang menyiapkan masa depannya.
Dalam forum ini, mahasiswa Kuningan yang menempuh pendidikan di Yogyakarta hadir sebagai jembatan inspirasi bagi pelajar SLTA/sederajat se-Kabupaten Kuningan, memperlihatkan bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah.
Ketua Pelaksana Om-Jok 2026, Hiro Isya Syuhada, menyampaikan bahwa Om-Jok dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus pemantik semangat generasi muda.
“Om-Jok menjadi wadah kebersamaan, berbagi pengalaman, dan menyusun harapan. Kami ingin adik-adik pelajar percaya bahwa mereka punya masa depan besar dan bisa berkontribusi untuk Kuningan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Om-Jok 2026 meliputi sosialisasi pendidikan, opening ceremony, talkshow inspiratif, try-out, penampilan seni, hingga expo kampus. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat pelajar untuk mengenal dunia pendidikan tinggi lebih dekat.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Bupati Dian mengapresiasi konsistensi IPMK Yogyakarta dan para alumni yang terus menjaga ikatan mahasiswa Kuningan di perantauan. Ia juga menyapa sejumlah tokoh dan pejabat daerah yang hadir, di antaranya Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Plt Kadisdikbud Purwadi, Staf Ahli merangkap Plt Kadis KOPDAGPERIN Elon Carlan, serta Ketua Baznas Kuningan K.H. Yayan Sofyan.
Bupati Dian mengawali sambutannya dengan pantun motivasi yang disambut antusias peserta:
“Langkah mahasiswa tak pernah lelah, Menyulam asa membangun Kuningan penuh makna.”
Menurut Bupati, pelajar hari ini berada di fase penentu arah masa depan. Ia menegaskan bahwa latar belakang keluarga maupun daerah bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
“Jangan pernah minder karena berasal dari daerah atau keluarga kurang berada. Kesuksesan ditentukan oleh diri sendiri,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kualitas manusianya.
“Pembangunan yang bagus sejatinya adalah membangun sumber daya manusia,” ujar Bupati Dian.
Lebih jauh, Bupati mengingatkan pentingnya penguasaan 4C Creativity, Collaboration, Communication, dan Critical Thinking serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi di tengah tantangan zaman.
Menjelang bonus demografi 2045, menurutnya, generasi muda harus diposisikan sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.
Menutup sambutan, Bupati Dian mengajak pelajar dan mahasiswa untuk selalu membawa identitas Kuningan dalam setiap mimpi dan pencapaiannya.
“Jangan hanya bercita-cita sukses untuk diri sendiri. Sertakan Kuningan, kampung halaman kita, dalam setiap mimpi kalian,” pesannya.***












Tinggalkan Balasan