
KUNINGAN, (VOX) – Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U Kusmana menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan secara kolaboratif hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Penegasan ini disampaikan menyusul meningkatnya kejadian pohon tumbang dan aduan masyarakat akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kuningan dalam beberapa waktu terakhir.
U Kusmana menyatakan bahwa mitigasi bencana tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Menurutnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah kecamatan, desa, serta aparat dan instansi teknis menjadi kunci agar potensi bencana dapat ditekan sejak dini.
“Rencana mitigasi kesiapsiagaan bencana itu harus terus dilakukan dengan berkolaborasi dan kompak bersama aparat setempat, Polsek, Danramil, instansi terkait, serta pemerintahan desa dan kelurahan. Camat yang paling tahu geografis wilayahnya, mana yang rawan dan mana yang tidak, tapi semuanya harus dimitigasi,” kata U Kusmana kepada Vox, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia juga menyoroti kondisi di tingkat kabupaten yang saat ini menghadapi keterbatasan personel, khususnya pada BPBD dan Damkar, di tengah banyaknya aduan masyarakat. Situasi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi dengan peran aktif perangkat wilayah dan dinas terkait.
“Kabupaten ini milik kita bersama. Perangkat di bawah seperti camat dan desa, serta instansi terkait seperti BPBD, Damkar, dan DLH harus siap siaga. Ketika ada pohon tumbang, semuanya harus ikut bersama,” ujarnya.

Dalam konteks pencegahan, Sekda menekankan peran Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki kewenangan teknis terhadap pohon di ruang publik. Ia mendorong langkah mitigasi berupa pemangkasan atau pemapasan ranting pohon yang dinilai sudah tua atau terlalu rindang dan berpotensi tumbang.
“Mitigasi itu harus dimulai. DLH bekerja sama dengan BPBD atau Damkar dan kecamatan setempat ketika melihat pohon sudah rawan tumbang. Bisa dipangkas supaya tidak membahayakan,” ucapnya.
U Kusmana juga meminta para kepala desa, lurah, dan camat agar tidak bersikap pasif menunggu kejadian. Mereka diharapkan aktif memantau kondisi wilayah masing-masing, terutama titik-titik rawan bencana, serta segera berkoordinasi dengan Forkopimcam.
“Para camat sudah sering saya tugaskan untuk terus stay karena cuaca ekstrem ini. Harus bisa memitigasi kebencanaan di wilayahnya, bekerja sama dengan Polsek, Danramil, dan para kepala desa,” tegasnya.
Pernyataan Sekda ini menjadi penegasan arah kebijakan Pemkab Kuningan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis kolaborasi lintas sektor dan kewilayahan. Di tengah keterbatasan sumber daya, sinergi antarinstansi dan perangkat daerah dinilai menjadi strategi paling realistis untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang semakin meningkat akibat perubahan cuaca ekstrem.***












Tinggalkan Balasan