Oleh : Rifki Setianugraha Sekertaris DPC GMNI Kuningan

KUNINGAN(VOX) – Pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi tentang keberlanjutan kehidupan masyarakatnya. Di dalamnya, generasi muda memegang peranan strategis sebagai penggerak perubahan sosial sekaligus penentu arah masa depan daerah. Ketika pemuda kehilangan ruang tumbuh, maka yang terancam bukan hanya kondisi ekonomi hari ini, melainkan keberlanjutan pembangunan dalam jangka panjang.

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, merupakan daerah yang memiliki modal geografis dan sumber daya alam yang kuat. Sektor pertanian yang subur serta potensi pariwisata alam menjadi fondasi penting ekonomi lokal. Namun, di tengah potensi tersebut, muncul tantangan struktural yang mulai dirasakan masyarakat, terutama terkait stabilitas ekonomi dan kepastian kesejahteraan.

Dalam kajian dan diskursus publik, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kuningan menyoroti persoalan distribusi pangan dan stabilitas harga komoditas sebagai salah satu faktor yang memengaruhi ketahanan ekonomi daerah. Bagi GMNI, persoalan ekonomi bukan sekadar soal angka produksi atau konsumsi, tetapi juga menyangkut keadilan distribusi dan keberpihakan pada produsen lokal.

Temuan di tingkat lapangan menunjukkan adanya ketidakstabilan harga bahan pokok yang berdampak langsung pada petani. Dalam banyak kasus, produk pertanian dibeli dengan harga rendah di tingkat produsen, namun mengalami kenaikan signifikan ketika sampai di pasar. Ketimpangan ini memperlihatkan adanya persoalan efisiensi sekaligus distribusi nilai tambah dalam rantai perdagangan pangan.

Pengalaman petani hidroponik di wilayah Darma mencerminkan realitas tersebut. Fluktuasi harga membuat petani sulit memperoleh kepastian pendapatan. Tidak sedikit yang akhirnya memilih menjual produk ke luar daerah demi mendapatkan harga yang lebih stabil. Situasi ini menjadi ironi bagi daerah yang memiliki potensi pertanian kuat, tetapi belum sepenuhnya mampu menjadi pasar yang adil bagi produsennya sendiri.

Pada saat yang sama, masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak selalu sejalan dengan peningkatan pendapatan. Ketika tingkat upah masih berada pada level terbatas, maka ketahanan ekonomi rumah tangga menjadi semakin rentan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga memengaruhi pilihan hidup generasi muda. Ketika peluang ekonomi lokal dirasa terbatas, urbanisasi menjadi pilihan yang rasional. Banyak pemuda daerah memilih merantau ke kota besar untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih stabil.

Fenomena ini menyimpan konsekuensi serius. Daerah berpotensi kehilangan sumber daya manusia usia produktif yang seharusnya menjadi penggerak inovasi dan kewirausahaan lokal. Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, kehilangan generasi produktif berarti melemahkan kapasitas daerah untuk tumbuh secara mandiri.

GMNI memandang bahwa persoalan ini membutuhkan respons kebijakan yang lebih komprehensif. Stabilitas harga pangan, pembenahan rantai distribusi, serta penguatan ekosistem usaha berbasis potensi lokal menjadi kebutuhan mendesak. Lebih jauh, keterlibatan pemuda dalam pembangunan ekonomi perlu diposisikan sebagai subjek utama, bukan sekadar objek pembangunan.

Kuningan sesungguhnya memiliki peluang besar untuk mengembangkan pertanian modern, pariwisata berkelanjutan, serta ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Jika dikelola secara terintegrasi, sektor-sektor ini dapat menjadi ruang tumbuh ekonomi baru sekaligus menahan laju urbanisasi generasi muda.

Pada akhirnya, pembangunan daerah bukan hanya tentang seberapa besar angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai, tetapi tentang seberapa besar daerah mampu menjaga harapan generasi mudanya. Ketika pemuda masih percaya bahwa masa depan mereka dapat dibangun di tanah kelahirannya sendiri, di situlah pembangunan menemukan makna yang paling mendasar. Sebaliknya, ketika harapan itu memudar, yang hilang bukan hanya tenaga kerja produktif, tetapi juga arah masa depan daerah itu sendiri.***

Deskripsi Iklan Anda