
KUNINGAN(VOX) – Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka kegiatan retret pejabat administrator Pemerintah Kabupaten Kuningan yang digelar di Aula Sang Adipati, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Jumat (06/02/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, unsur Forkopimda, pejabat tinggi pratama, serta para jurnalis.
Dalam sambutannya, Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa retret kepala daerah dan pejabat administrator merupakan instrumen strategis pemerintah dalam membangun keselarasan visi, misi, dan program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia menilai, birokrasi modern tidak lagi cukup bertumpu pada figur individual yang kuat, melainkan membutuhkan kerja kolektif yang solid.
“Pemerintahan tidak cukup hanya melahirkan Superman atau Superwoman. Yang jauh lebih penting adalah membangun super tim yang mampu bekerja selaras untuk mencapai visi dan misi daerah sebagai bagian dari visi nasional,” ujar Akhmad Wiyagus di hadapan peserta retret.
Ia menjelaskan, pelaksanaan retret dirancang sebagai bentuk efisiensi orientasi kepemimpinan kepala daerah tanpa mengurangi substansi pembelajaran. Program ini juga menjadi sarana harmonisasi kebijakan pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih program pembangunan.
Akhmad Wiyagus memaparkan bahwa sepanjang 2025, orientasi kepemimpinan kepala daerah telah diikuti oleh 1.065 kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam dua gelombang yang dilaksanakan di Akademi Militer Magelang dan IPDN Jatinangor, serta dilengkapi rapat koordinasi sekretaris daerah dan kepala Bappeda seluruh Indonesia.

“Tujuannya jelas, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah harus berjalan seiring, agar pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menyinggung arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Fokus pengembangan tersebut meliputi pendidikan, pelatihan, kesehatan, hingga digitalisasi guna menciptakan SDM berdaya saing global dan berkarakter kuat.
Dalam konteks hubungan pusat dan daerah, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya kapasitas fiskal daerah sebagai penopang utama pembangunan dan pelayanan publik. Ia menyebut gubernur memiliki peran strategis sebagai wakil pemerintah pusat dalam pembinaan dan pengawasan kabupaten dan kota.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2029. Target ini hanya bisa dicapai jika pusat dan daerah berjalan seirama, saling menguatkan, bukan saling tumpang tindih,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Akhmad Wiyagus mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Kabupaten Kuningan sejak puluhan tahun lalu. Ia menyebut Kuningan sebagai daerah yang indah dengan udara yang sejuk dan masyarakat yang ramah, serta berharap retret ini mampu memperkuat soliditas birokrasi daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.***












Tinggalkan Balasan