KUNINGAN(VOX) – Pelaksanaan korve massal di Kabupaten Kuningan dinilai bukan sekadar agenda kebersihan rutin, melainkan bagian dari implementasi konkret kebijakan nasional Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang momentumnya menguat seiring kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia ke Kuningan.

Korve massal yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta masyarakat tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan terminal dan ruang publik, sebagai simbol keterlibatan negara hingga tingkat tapak dalam membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa kegiatan korve massal sejalan dengan arah kebijakan nasional yang saat ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat dan kualitas lingkungan hidup.

“Korve ini bukan kegiatan seremonial. Ini bagian dari perubahan budaya, bagaimana pemerintah dan masyarakat hadir bersama menjaga lingkungan. Ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI yang sedang digencarkan pemerintah pusat,” ujar Dian.

Kunjungan kerja Wamendagri RI ke Kabupaten Kuningan, Jumat (6/2/2026), dinilai menjadi momentum strategis dalam menyatukan kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan lingkungan hidup.

Selain memberikan pembinaan terkait pengembangan program Sekolah Rakyat dan rencana Sekolah Garuda sebagai jalur pendidikan unggulan, Wamendagri juga menekankan pentingnya implementasi program prioritas nasional yang berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk gerakan kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Menurut Bupati Dian, arahan Wamendagri menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak bisa dilepaskan dari lingkungan yang sehat dan tertata.

“Pendidikan, kesehatan, dan lingkungan itu satu kesatuan. Anak-anak kita tidak akan tumbuh optimal jika lingkungannya tidak sehat. Maka korve dan gerakan kebersihan ini relevan dengan agenda pembangunan SDM,” katanya.

Berbeda dari pendekatan lama yang menempatkan kerja bakti sebagai tanggung jawab masyarakat semata, korve massal saat ini diposisikan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan negara secara aktif.

Pelibatan aparat, ASN, hingga pimpinan daerah dalam kegiatan korve dinilai sebagai pesan simbolik bahwa pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan, tetapi turun langsung memberi contoh.

Dalam konteks Gerakan Indonesia ASRI, korve massal menjadi pintu masuk perubahan perilaku, sekaligus sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kebersihan ruang publik, pengelolaan sampah, dan ketertiban fasilitas umum.

Pemerintah pusat sendiri menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari agenda besar menuju Indonesia Emas 2045. Lingkungan yang bersih dan sehat dipandang sebagai prasyarat dasar lahirnya generasi unggul, sejalan dengan penguatan sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.

Wamendagri dalam kunjungannya juga menekankan pentingnya pengawasan anggaran dan pelaksanaan program agar tidak menyimpang dari tujuan utama, baik di sektor pendidikan maupun program-program sosial dan lingkungan.

“Program yang baik harus diamankan. Pengawasan ketat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Dian menirukan pesan Wamendagri.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai tantangan utama Gerakan Indonesia ASRI dan korve massal berada pada konsistensi pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan.

Korve dinilai akan kehilangan makna jika tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang sistematis, edukasi berkelanjutan, serta penyediaan infrastruktur lingkungan yang memadai.

Pemerintah Kabupaten Kuningan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Korve massal di Kabupaten Kuningan, yang beriringan dengan kunjungan Wamendagri dan penguatan kebijakan pendidikan nasional, menegaskan bahwa pembangunan hari ini tidak lagi berjalan sektoral.

Lingkungan bersih, pendidikan berkualitas, dan tata kelola pemerintahan yang kuat kini diposisikan sebagai satu kesatuan strategi menuju Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.***