KUNINGAN, (VOX) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Ciremai melaporkan aktivitas Gunung Ciremai pada periode pengamatan Rabu 17 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB masih berada pada Level I atau normal. Gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut terpantau stabil meskipun terekam aktivitas kegempaan vulkanik dan tektonik.

Berdasarkan laporan MAGMA Var Kementerian ESDM, kondisi meteorologi di kawasan Gunung Ciremai didominasi cuaca cerah hingga hujan dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius. Curah hujan tercatat sebesar 19,5 milimeter per hari, dengan arah angin lemah bertiup ke utara dan barat.

Secara visual, Gunung Ciremai teramati jelas dengan tingkat kabut berkisar antara 0 hingga III. Tidak terpantau adanya asap kawah selama periode pengamatan. Kondisi ini menunjukkan tidak adanya aktivitas erupsi permukaan yang signifikan.

Namun demikian, secara instrumental tercatat satu kali gempa vulkanik jenis tornillo dengan amplitudo 2,5 milimeter dan durasi 62 detik. Selain itu, terekam pula satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1,5 milimeter dan durasi 74 detik. Dalam laporan tersebut juga disebutkan adanya noise petir yang terekam oleh peralatan seismik.

Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunungapi Ciremai, Jajat Sudrajat A.Md., menegaskan bahwa kondisi tersebut masih berada dalam batas kewajaran untuk gunung api dengan status normal. “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas Gunung Ciremai masih berada pada Level I atau normal,” ujar Jajat dalam laporan resminya yang dirilis PVMBG.

Meski berada pada status normal, PVMBG tetap mengeluarkan rekomendasi keselamatan kepada masyarakat dan wisatawan. Warga diminta untuk tidak mendekati kawasan kawah Gunung Ciremai dalam radius 500 meter guna mengantisipasi potensi bahaya gas vulkanik atau perubahan aktivitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Gunung Ciremai secara administratif berada di wilayah Kabupaten Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. PVMBG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat sekitar agar terus mengikuti informasi resmi dari MAGMA ESDM serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemantauan Gunung Ciremai dilakukan secara terus-menerus, dan setiap perubahan signifikan pada tingkat aktivitas akan segera diinformasikan kepada publik,” demikian keterangan resmi PVMBG dalam laporan hariannya.***

Deskripsi Iklan Anda