KUNINGAN, (VOX) – Seekor ular sanca kembang sepanjang kurang lebih tiga meter nyaris memasuki area industri penetasan telur di Kelurahan Awirarangan, Senin malam, 23 Maret 2026. Dalam waktu lima menit, ancaman yang berpotensi mengganggu keamanan itu berhasil dihentikan lewat operasi cepat petugas.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 20.00 WIB, ketika seorang petugas keamanan bernama Nandang menerima laporan dari pejalan kaki. Informasi itu sederhana tapi bikin tegang. Ada ular besar bersembunyi di semak trotoar, tepat di samping kawasan PT Areta, anak usaha AS Putra Group yang bergerak di bidang penetasan telur ayam.

Nandang sempat mencoba memastikan sendiri. Namun begitu melihat ukuran dan kondisi ular yang masih liar, ia memilih mundur. Keputusan itu bukan tanpa alasan.

“Karena ularnya cukup besar, saya tidak berani ambil risiko. Khawatir membahayakan,” ujarnya.

Laporan kemudian disampaikan ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 20.29 WIB. Hanya berselang empat menit, tim langsung bergerak. Respons cepat jadi kunci.

Petugas tiba di lokasi pukul 20.35 WIB. Dalam situasi minim cahaya dan kondisi semak yang cukup rapat, tiga anggota regu piket langsung melakukan evakuasi. Ular yang memiliki karakter agresif itu berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti, meski tetap membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Operasi selesai pada pukul 20.40 WIB. Total waktu penanganan hanya lima menit.
Secara lokasi, posisi ular terbilang krusial. Trotoar tempat ditemukannya hewan tersebut berada di jalur yang berdekatan dengan aktivitas industri. Jika tidak segera ditangani, potensi gangguan tidak hanya menyasar warga sekitar, tetapi juga lingkungan kerja di area penetasan.

Ancaman dari ular sanca bukan sekadar soal ukuran. Hewan ini dikenal sebagai predator oportunistik yang bisa masuk ke area permukiman atau fasilitas produksi jika habitatnya terganggu.

Dalam kasus ini, respons cepat menjadi pembeda antara potensi insiden dan situasi yang berhasil dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Namun peringatan tetap jelas. Kehadiran satwa liar di ruang publik bukan hal sepele, apalagi di kawasan dengan aktivitas manusia yang padat.
Dan untuk malam itu, satu hal pasti. Seekor predator berhasil dihentikan tepat sebelum melangkah lebih jauh ke wilayah yang tidak seharusnya.***