
KUNINGAN, (VOX) – Turnamen Catur Bupati Kuningan I Tahun 2026 yang digelar di GOR Ewangga, Kuningan pada 2 Mei 2026 berlangsung sukses dengan ratusan peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh RAJA EDAN dengan pimpinan turnamen Oteng Supriatna, S.Kom.
Jalannya pertandingan dipimpin oleh Wasit Kepala Nana Nanek WN, serta didukung oleh tim wasit M. Ridwan Asy’ari WN, Sahuri WN, Yusup Pebriana WNP, dan Sujana WNP.
Berdasarkan hasil akhir, Randy Syafiuddin Djilf dari Denpasar keluar sebagai juara pertama dengan raihan 7,5 poin. Posisi kedua ditempati oleh Avazberk (GRCC) dari Bekasi dengan 7,5 poin, kalah tie-break, sementara peringkat ketiga diraih oleh Dollen dari Majalengka dengan 7 poin.
Di kategori lokal Kuningan, Isman Iskandar SJS tampil sebagai yang terbaik dengan raihan 6 poin dan menempati peringkat 1 lokal. Posisi kedua lokal ditempati Sobur GTS dengan 6 poin, disusul Enden Abdul di posisi ketiga dengan 5,5 poin.
Persaingan ketat juga terjadi di jajaran berikutnya, di mana Nunung Nugraha Palubiz finis di peringkat 4 lokal dengan 5,5 poin, diikuti Diki Setiawan JCC di posisi 5 dengan 5 poin, serta Riyan Rivandi di posisi 6 dengan 5 poin. Nama lain seperti Mr Arisman berada di posisi 7, Atia Nugraha GTS di posisi 8, dan Mukyadin di posisi 9, semuanya dengan raihan 5 poin.

Selanjutnya, Yayan Palubiz menempati posisi 10 lokal dengan 5 poin, disusul Andi Bekam Palubiz di posisi 11, Rudi Bindros di posisi 12, dan Udin Sutrino CCC di posisi 13. Persaingan papan tengah juga diisi oleh Dafin Azka Aldric di posisi 14 serta Uci Sanusi GTS di posisi 15.
Hingga peringkat 20 besar lokal, terdapat nama Agus Zunihar Gencar (16), Wawan Sodn Palubiz (17), Agif Pratama KECC (18), Asep Koswara Palubiz (19), dan Nandang Jimat Palubiz (20) yang semuanya menunjukkan performa kompetitif.
Pimpinan turnamen, Oteng Supriatna, menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet catur daerah.
“Kami ingin turnamen ini menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan pecatur-pecatur unggul dari Kuningan. Ini adalah awal dari pembinaan yang lebih serius,” ujarnya kepada vox, Minggu (03/05).
Ia juga menambahkan bahwa tingginya partisipasi menjadi indikator kuat bahwa Kuningan memiliki potensi besar di cabang olahraga catur.
“Ke depan, kami ingin event ini lebih besar dan bisa naik ke level nasional, sekaligus mendorong lahirnya grand master dari Kuningan,” katanya.
Dengan hasil ini, Turnamen Catur Bupati Kuningan tidak hanya melahirkan juara umum, tetapi juga memperlihatkan peta kekuatan pecatur lokal yang semakin berkembang dan siap bersaing di level lebih tinggi.***








Tinggalkan Balasan