KUNINGAN, (VOX) – Suasana haru menyelimuti kunjungan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, bersama Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, ke Sekolah Rakyat yang berada di eks SMPN 6 Kuningan, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung perkembangan Program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan yang baru, Tatiek Ratna Mustika, beserta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Hadir pula tokoh masyarakat Kabupaten Kuningan, H. Andi, unsur Forkopimda, tenaga pengajar, serta rekan-rekan media.

Dalam kesempatan itu, baik H. Rokhmat Ardiyan maupun Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani tampak tak kuasa menahan air mata saat mendengar kisah tiga kakak beradik yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat.

Ketiga anak tersebut diketahui berasal dari keluarga kurang mampu. Ibunya mengidap kanker payudara dan akan segera menjalani operasi, sementara ayah mereka dikabarkan masuk IGD pada malam sebelumnya.

Wabup Tuti mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali bertemu anak-anak tersebut ketika sedang berjualan tisu di jalanan.

“Anak-anak tersebut beberapa kali sempat bertemu saya saat sedang berjualan tisu. Mereka berjalan dari rumahnya di Padarek sampai ke Palutungan,” ujar Tuti dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata hadirnya negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan dengan layak.

Dalam sambutannya, Tuti Andriani menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Kuningan akhirnya memiliki Sekolah Rakyat yang kini mulai memberikan harapan baru bagi anak-anak.

“Kasih sayang dari Bapak Presiden Prabowo untuk anak-anak kami semua. Semoga kalian tetap semangat, walaupun dipisahkan kalian masih di wilayah Kuningan, tidak boleh bersedih, ada kami di sini. Pemerintah hadir untuk anak-anak kami semua,” ujar Tuti.

Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Kuningan telah melakukan berbagai pendampingan terhadap siswa Sekolah Rakyat, mulai dari koordinasi layanan kesehatan hingga membantu kebutuhan seragam siswa.

“Ketika anak-anak ada salah seorang yang sakit, alhamdulillah saya sudah berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat dan untuk BPJS juga kemarin sudah terselesaikan. Jadi mereka di-cover oleh BPJS,” katanya.

Sementara itu, H. Rokhmat Ardiyan menyebut Program Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

“Saya satu tahun kemudian datang ke sini menyaksikan betapa anak-anak antusias, lebih percaya diri, memiliki semangat yang luar biasa dan saya yakin ke depan anak-anak ini memiliki mimpi, harapan, cita-cita yang bisa terwujud,” ujarnya.

Ia mengaku pada awal pembukaan Sekolah Rakyat banyak siswa maupun orang tua yang masih takut dan ragu. Namun kini, perubahan besar mulai terlihat.

“Ini adalah bentuk keadilan sosial yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo agar di bumi Indonesia tidak ada lagi yang buta huruf, tidak ada lagi orang yang terbelakang dan miskin. Negara hadir membantu kesulitan masyarakat,” kata Rokhmat.

Politisi Gerindra itu juga mengungkapkan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat di Kuningan terus dilakukan. Lahan sekolah yang awalnya sekitar 6 hektare kini bertambah menjadi 8 hektare.

Ia menyebut target pada tahun 2027 mendatang Sekolah Rakyat Kuningan dapat merekrut sekitar 1.000 siswa.

“Anggarannya kurang lebih sekitar Rp48 juta per siswa per tahun per orang. Ini luar biasa. Pemerintah daerah juga menerima manfaat ekonominya, bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan terutama anak-anak ini punya mimpi dan harapan untuk meraih cita-citanya,” jelasnya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi perkembangan Sekolah Rakyat yang kini dinilai mulai mampu membangun rasa percaya diri dan optimisme anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Kuningan.***