
KUNINGAN,(VOX) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) VIII Tapak Suci Jawa Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan), Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membina dan menjaring atlet potensial, khususnya di cabang olahraga bela diri.
Kepala Bidang Keolahragaan Disporapar Kuningan, Siswoyo, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi oleh Muhammadiyah tersebut. Menurutnya, semakin banyak kompetisi digelar, maka peluang atlet untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi juga semakin terbuka lebar.
“Langkah yang dilakukan Muhammadiyah sudah tepat. Kompetisi seperti ini penting untuk menambah jam terbang atlet. Semakin sering bertanding, semakin besar peluang mereka berprestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, prestasi atlet menjadi salah satu indikator kemajuan suatu daerah. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan melalui ajang kompetisi harus terus didorong.
Dari sisi antusiasme peserta, Siswoyo mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi atlet dalam kejuaraan tersebut. Banyaknya kategori yang dipertandingkan dinilai mampu membuka ruang lebih luas bagi atlet untuk berkembang.

“Saya sangat mengapresiasi. Muhammadiyah mampu membina atlet bela diri dengan maksimal. Ini penting karena juara itu tidak dilahirkan, tapi diciptakan melalui proses dan pembinaan yang serius,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Disporapar Kuningan berencana membentuk Forum Bela Diri Pelajar Kuningan. Forum ini akan menjadi wadah bagi para pelaku dan atlet bela diri dari berbagai cabang untuk saling berkoordinasi dan memperkuat pembinaan.
“Forum ini nantinya akan menyatukan insan bela diri pelajar di Kuningan. Tujuannya untuk menjaring atlet dari berbagai cabang, lalu kita dorong ke kompetisi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Saat ini, pembentukan forum tersebut masih dalam tahap proses legalitas agar memiliki dasar hukum yang kuat. Ditargetkan, forum tersebut dapat terealisasi pada tahun ini.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana menggelar kompetisi multi cabang bela diri pelajar sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.
“Kami sedang menyiapkan regulasi dan perizinannya. Mudah-mudahan tahun ini bisa berjalan, termasuk rencana mengadakan kompetisi beberapa cabang olahraga bela diri,” pungkasnya.***










Tinggalkan Balasan