KUNINGAN,(VOX) – Turnamen Catur Non Master dan Undangan Bupati Cup I tahun 2026 yang digelar di GOR Ewangga, Sabtu (2/5/2026), berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua pelaksana, Otong Raja Edan, menyebutkan bahwa turnamen ini telah menjadi agenda tahunan yang dinanti para pecatur dari berbagai kota dan provinsi.

“yang mana agenda tahunan Paguyuban dan para peserta dari seluruh kota, kabupaten, provinsi sudah mengetahui bahwa setiap bulan Mei itu di Kabupaten Kuningan selalu mengadakan turnamen catur yang spektakuler,” ujarnya.

Ia berharap ke depan dukungan terhadap turnamen tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari sektor swasta.

“Tentunya ke depan, saya harap bukan hanya dari pihak pemerintah daerah tapi bisa menggaet dari pihak-pihak luar sana, dari para perusahaan dan lain sebagainya, yang mana bisa mendukung dan mensukseskan sehingga mencetak atlet-atlet yang berkualitas,” katanya.

Sebanyak 270 peserta tercatat mengikuti turnamen ini, dengan jangkauan wilayah yang cukup luas. Bahkan, peserta terjauh datang dari luar Pulau Jawa.

“Peserta kurang lebih 270 dari berbagai kota provinsi, dan yang terjauh dari Balikpapan dan Denpasar, Bali,” ungkapnya.

Menariknya, turnamen ini diikuti oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

“Usia termuda itu ada yang masih berumur berapa tuh, yang sekolah SD, kelas 2 SD,” jelasnya.

Sementara itu, peserta tertua mencapai usia 82 tahun yang masuk dalam kategori veteran.

“Untuk yang tertua itu ada di usia 82, itu veteran ya. Kalau di istilah catur disebutnya veteran,” tambahnya.

Dari sisi hadiah, panitia menyediakan total hadiah yang cukup kompetitif untuk level non master.

“Besaran hadiah juara pertama itu 2,5 juta. Kalau ditotalkan itu kurang lebih dari keseluruhan hadiah 25 juta,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan yang diberikan.

“Ini sangat apresiasi banget kami dari panitia kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang sangat peduli dan responsif terhadap turnamen catur ini, Pak,” ujarnya.

Turnamen ini digelar dalam satu hari penuh, dimulai sejak pagi hingga malam hari.

“Satu hari. Jadi kita mulai dari tadi pagi registrasi dari mulai jam 8 sampai nanti selesai kurang lebih jam 9 sampai jam 10 malam, Pak,” jelasnya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan jangkauan yang luas, turnamen ini diharapkan terus berkembang menjadi ajang bergengsi yang mampu melahirkan atlet-atlet catur berkualitas dari daerah.***