KUNINGAN, (VOX) – Ismah Winartono, aktivis vokal dari PA GMNI Kuningan, kembali mengentakkan sikap tegasnya terhadap Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC). Nada suaranya kali ini jauh lebih keras, usai mencuatnya laporan media lokal mengenai dugaan pemanfaatan air ilegal di kawasan konservasi.

Ismah langsung memukul gong responsnya tanpa ragu. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan lagi masalah teknis, melainkan soal rusaknya tujuan dasar kawasan konservasi. Menurutnya, rentetan kerusakan ekologis dan praktik pemanfaatan air tanpa izin menunjukkan kegagalan fungsi BTNGC di lapangan.

Ia menutup pernyataannya dengan kalimat yang menggema keras “Bubarkan TNGC kalau perlu. Buat apa yang lebih bermanfaat ketimbang TNGC. Misal mau dikelola oleh rakyat Ciremai, perlu dasar yang kuat dan policy yang mendukung minimal level daerah… perbup, syukur perda, dan lain-lain. Semoga tidak menjadi gerakan temporal.” ujarnya.

Pernyataan ini kembali menyiram bensin ke dinamika advokasi lingkungan di Kuningan yang belakangan memang memanas. Aktivis dan warga kini menunggu apakah temuan media ini akan ditindaklanjuti secara transparan oleh aparat dan pemerintah daerah, atau justru kembali tenggelam seperti isu-isu sebelumnya. Tuntutan publik jelas perlindungan ekologis tidak boleh kalah oleh kepentingan bisnis yang menyaru.

Gerakan #SaveCiremai tampaknya memasuki babak barunya lebih berani, lebih frontal, dan semakin sulit diabaikan.***

Deskripsi Iklan Anda