KUNINGAN(VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia di Kabupaten Kuningan menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dian usai mendampingi kunjungan kerja Wamendagri di Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (6/2/2026).

Menurut Dian, kunjungan tersebut lebih menekankan aspek pembinaan dan pengarahan terhadap rencana pengembangan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi nasional peningkatan kualitas pendidikan.

Program Sekolah Rakyat diarahkan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, merata, dan berkualitas. Secara nasional, program ini memang didesain untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat prasejahtera sebagai bagian dari pemerataan pendidikan nasional.

“Beliau lebih pada pembinaan, mengarahkan bagaimana Sekolah Rakyat ini bisa berjalan efektif. Ini proyek yang sangat strategis dan luar biasa. Kalau dijalankan secara konsisten, akan melahirkan generasi unggul untuk membangun Indonesia ke depan,” ujar Bupati.

Selain Sekolah Rakyat, Wamendagri juga memberikan masukan agar ke depan dirintis konsep Sekolah Garuda sebagai jalur pendidikan unggulan.

Secara konsep, Sekolah Garuda diproyeksikan menjadi sekolah unggulan yang menyiapkan peserta didik berprestasi untuk menembus perguruan tinggi kelas dunia, dengan penguatan kurikulum nasional dan internasional serta sistem pendidikan berbasis asrama.

“Sekolah Rakyat fokus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, sementara Sekolah Garuda nanti diarahkan sebagai sekolah unggulan. Ini bisa menjadi dua jalur pendidikan yang saling melengkapi,” katanya.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan Sekolah Garuda baru di berbagai wilayah Indonesia serta transformasi sekolah unggulan yang sudah ada untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri juga menekankan pentingnya sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat agar seluruh lapisan memahami tujuan dan manfaat program prioritas pemerintah di sektor pendidikan.

Tak hanya itu, pengawasan anggaran, khususnya program MBG, menjadi perhatian serius agar implementasi program berjalan transparan, bersih, dan tepat sasaran.

“Beliau menegaskan bahwa program ini harus benar-benar diamankan. Pengawasan harus ketat, tidak boleh ada pelanggaran yang justru merusak program bagus ini,” tegas Dian.

Pemerintah Kabupaten Kuningan sendiri menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti arahan tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun stakeholder daerah, guna memastikan implementasi program pendidikan strategis berjalan optimal dan berkelanjutan.***