KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Pandapa Paramartha, Sabtu (02/05). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai penentu arah masa depan daerah.

“Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan dalam kalender, melainkan saat kita bercermin. Sebab pendidikan adalah cermin masa depan sebuah daerah,” ujar Dian Rachmat Yanuar.

Ia menilai, kualitas pendidikan akan menentukan wajah masa depan suatu wilayah.

“Bila cerminnya bening maka tampaklah harapan, namun bila buram maka yang terlihat hanyalah kegelisahan,” katanya.

Dian juga mengakui masih adanya tantangan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan, terutama terkait sarana prasarana dan pemerataan akses pendidikan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, terutama terkait sarana prasarana dan pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah tertentu,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bergerak maju.

“Saya percaya keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Pendidikan selalu menemukan jalan bagi mereka yang memiliki tekad,” tegasnya.

Ia mengajak Dinas Pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih inovatif dan berpihak kepada peserta didik.

“Mari bekerja lebih terukur, lebih inovatif dan lebih berpihak kepada anak-anak kita. Lengkapi sekolah dengan fasilitas yang layak dan hadirkan layanan pendidikan yang menjangkau setiap sudut daerah,” katanya.

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia secara utuh.

“Membangun pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun manusia. Bukan sekadar mengejar angka statistik, tetapi menumbuhkan karakter, martabat dan kecerdasan,” ujarnya.

Dian optimistis, dengan pendidikan yang maju, Kuningan akan memiliki generasi unggul di masa depan.

“Jika pendidikan kita maju, maka Kuningan tidak hanya dikenal karena alamnya yang indah, tetapi juga karena generasinya yang unggul,” tutupnya.

Selanjutnya, Bupati Kuningan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam rangka Hardiknas 2026 secara utuh sebagai berikut:

Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang terhormat para insan pendidikan, para guru, pendidik dan tenaga kependidikan, para pelajar anak-anak Indonesia hebat di tanah air dan di mancanegara.

Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah kita bersyukur atas rahmat, nikmat, dan karunia yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada kita semua dan kepada bangsa Indonesia.
Puji syukur Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kita dapat memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat walafiat dan dalam kehidupan bangsa dan negara yang aman, tenteram, dan damai.

Bapak, Ibu, pelajar dan seluruh insan pendidikan yang budiman, peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan mengembangkan fitrah kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

Inti proses pendidikan adalah memuliakan manusia. Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among: asah, asih, dan asuh.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak, dan peradaban bangsa.

Pendidikan adalah proses mengembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan memiliki kepribadian utama lainnya.

Sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari kelas.
Pembelajaran mendalam adalah ikhtiar untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional.
Untuk melaksanakan pembelajaran mendalam, Kementerian menetapkan lima kebijakan strategis:

Pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran.
Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Peningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi, numerasi, dan STEAM.

Perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu melalui berbagai kebijakan dan ekosistem pendidikan.

Pendidikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan media.

Akhir kata, keberhasilan pendidikan membutuhkan tiga hal utama: mindset, mental, dan konsistensi.

Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Mari kita perkuat kerja sama untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***