
KUNINGAN(VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa integritas dan sinergi merupakan kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutan pembukaan Retreat Pejabat Administrator Pemerintah Kabupaten Kuningan yang secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendagri di Kabupaten Kuningan yang dinilainya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan peneguhan arah dan penguatan moral bagi aparatur sipil negara di daerah.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri menjadi sumber inspirasi sekaligus penanda bahwa langkah pembangunan di daerah tidak pernah berdiri sendiri, melainkan bagian utuh dari agenda besar pembangunan nasional,” ujar Dian.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga seluruh kebijakan dan keputusan yang diambil harus sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Retreat ini, menurutnya, menjadi ruang penting untuk menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam praktik kepemimpinan birokrasi di daerah.
Bupati Dian juga menekankan bahwa kegiatan retreat tidak boleh dimaknai sebagai rutinitas administratif. Ia menyebut retreat sebagai ruang jeda yang sengaja diciptakan agar para pejabat keluar dari rutinitas harian dan membangun energi baru dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Kita menghadapi keterbatasan fiskal, angka kemiskinan dan pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah serius. Semua ini tidak mungkin diurai tanpa sinergi dan kolaborasi yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, integritas disebut sebagai pondasi utama tata kelola pemerintahan. Dian mengibaratkan integritas sebagai dasar bangunan yang menentukan kekuatan seluruh sistem birokrasi. Tanpa integritas, sebaik apa pun sistem dan aturan tidak akan mampu menghasilkan pemerintahan yang efektif dan dipercaya publik.
Selain integritas, ia menyoroti pentingnya sinergitas lintas sektor dan lintas level pemerintahan. Menurutnya, pemimpin birokrasi saat ini tidak bisa bekerja sendiri dan dituntut mampu berkolaborasi dalam satu irama untuk menyelesaikan persoalan publik yang semakin kompleks.
“Kepemimpinan birokrasi sejati tidak diukur dari tinggi jabatan atau kecerdasan semata, tetapi dari sejauh mana kehadirannya memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Bupati Dian berharap retreat ini mampu melahirkan perubahan mindset bagi para pejabat administrator, sehingga jabatan dipahami sebagai amanah dan kewenangan sebagai tanggung jawab moral. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dengan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas, Indonesia akan terus bergerak maju di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Retreat ini diikuti oleh para pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan dirancang sebagai bagian dari penguatan kapasitas manajerial, karakter kepemimpinan, serta penyelarasan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional.***












Tinggalkan Balasan