KUNINGAN(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai pilar utama penguatan ekonomi rakyat. Hal itu ditegaskan Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. saat secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kuningan Tahun 2026, di Aula Wisma Permata Kuningan, Kamis (29/1/2026).

Berbeda dari sekadar agenda organisasi, MUSDA kali ini dipandang sebagai titik strategis penentuan arah masa depan koperasi di Kuningan, terutama dalam menjawab tantangan ekonomi modern dan kebutuhan masyarakat.

“Musda ini bukan rutinitas administratif. Ini forum menentukan ke mana koperasi Kuningan akan melangkah apakah hanya bertahan, atau menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern dan berdampak,” tegas Bupati Dian.

Dalam pandangannya, koperasi tidak boleh lagi terjebak pada pola lama yang hanya bersifat formalitas. Ia mendorong Dekopinda dan seluruh koperasi di Kuningan untuk bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Bupati Dian mencontohkan keberhasilan koperasi di sejumlah negara maju yang pernah ia kunjungi, seperti Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

“Koperasi di Korea terintegrasi dengan sistem perbankan pertanian. Di Singapura, koperasi menguasai sektor ritel. Malaysia bahkan menjadikan koperasi kuat di perumahan dan keuangan. Ini menunjukkan koperasi bisa besar jika dikelola dengan visi dan profesionalisme,” ungkapnya.

Selain arah pembangunan, Bupati Dian juga menyoroti dinamika internal organisasi koperasi. Ia menekankan bahwa perpecahan dan pengkotak-kotakan hanya akan melemahkan peran koperasi itu sendiri.

“MUSDA ini harus jadi momentum rekonsiliasi. Tinggalkan ego kelompok. Koperasi lahir dari semangat musyawarah, gotong royong, dan saling percaya,” ujarnya.

Menurutnya, persatuan di tubuh Dekopinda menjadi syarat utama agar koperasi mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan koperasi, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan, UMKM, pertanian, dan sektor produktif lainnya.

“Kami tidak ingin koperasi berjalan sendiri. Pemerintah siap bersinergi, asalkan koperasi juga siap berbenah dan bergerak maju,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, selaku Ketua Panitia MUSDA, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kepengurusan Dekopinda Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 dengan tema “Bersatu Menuju Kebersamaan untuk Gerakan Koperasi.”

Berdasarkan Online Data System (ODS) per Desember 2025, jumlah koperasi di Kabupaten Kuningan mencapai 1.206 koperasi, dengan komposisi:

  • 50 persen koperasi konsumen
  • 31 persen koperasi desa/kelurahan Mekar Mukti
  • 10 persen koperasi produsen
  • Sisanya koperasi jasa

Data tersebut menunjukkan koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah jika dikelola secara tepat dan terintegrasi.***