
KUNINGAN, (VOX) – Ajang Jogol Dandim Challenge V.2 kembali menjadi sorotan dunia bela diri Kuningan. Salah satu petinju yang siap menyalakan tensi pertarungan adalah Muhammad Faizhal, andalan Siliwangi Fighting Camp (SFC) yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan percaya diri tinggi.
Faizhal, petinju kelahiran Kuningan, 7 Desember 2000, merupakan salah satu atlet muda berbakat di bawah asuhan Ukas Suharfaputra. Dalam laga kali ini, ia akan turun di kelas tinju 63,5 kilogram, siap menunjukkan kekuatan dan kecepatan khasnya di atas ring.Kepada Voxpopuli.co.id, Faizhal menyampaikan rasa antusiasnya menghadapi event ini. “Sangat antusias, dan udah gasabar pastinya. Udah pengen bikin lawan tidur di atas ring lagi,” ujar Faizhal dengan nada yakin.
Petinju yang akrab disapa “Badbunny” ini mengaku sudah mulai masuk ke program latihan intensif untuk mempersiapkan diri. “Udah mulai masuk program latihan, fokus ke fisik dan teknik. Tapi yang harus waspada justru lawan kalau ketemu Badbunny. Kalo nggak tidur, minimal bocor,” ucapnya sambil tertawa.
Dalam sesi wawancara ringan, Faizhal juga melontarkan pesan khusus untuk lawannya nanti “Kata-kata buat lawan Badbunny nanti, banyak-banyak konsumsi kalsium, biar nggak rontok tulangnya nanti,” katanya penuh percaya diri.
Rekam jejak prestasi Faizhal membuktikan kualitasnya sebagai petinju yang konsisten dan haus kemenangan. Di antaranya:

- Medali Perak KEJURPROV Kickboxing 2024
- Juara 1 Event Baku Tumbuk 2023.
- Medali Perak Event Teenage 2024.
- Juara 1 Dandim Cup 2024.
- Pemenang Event Planet Jogol 2025.
- Pemegang Sabuk Kejuaraan Event Knox Out
Dengan sederet pencapaian tersebut, Muhammad Faizhal menjadi salah satu nama yang paling diantisipasi pada ajang Jogol Dandim Challenge V.2 kali ini.
Event tersebut bukan sekadar adu fisik, tapi juga pembuktian mental dan strategi bertarung. Bagi Faizhal, setiap pertandingan adalah panggung untuk menunjukkan kerja keras, disiplin, dan dedikasi seorang petinju sejati.
“Target saya jelas, tampil maksimal dan bikin bangga tim Siliwangi Fighting Camp serta masyarakat Kuningan,” tutupnya.***










Tinggalkan Balasan