KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi peradaban yang tidak bisa ditawar dalam sambutannya pada rangkaian agenda Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113 dan peresmian TK Lab 10 Muhammadiyah. Sambutan tersebut disampaikan di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, serta dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah, pimpinan Muhammadiyah, dan tokoh masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Dikdasmen yang dinilainya sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah pusat terhadap daerah. Ia menyebut kunjungan tersebut bukan agenda seremonial semata, melainkan ruang dialog dan penguat sinergi kebijakan pendidikan antara pusat dan daerah demi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan.
Bupati menekankan kekhasan arah pembangunan pendidikan Kuningan yang berpijak pada karakter lokal, salah satunya melalui kurikulum muatan lokal Gunung Ciremai. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap alam dan kesadaran lingkungan sejak dini, mengingat posisi strategis Gunung Ciremai sebagai penopang kehidupan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa bentang alam, iklim sejuk, dan modal sosial masyarakat agraris menjadi kekuatan yang harus diintegrasikan dalam ekosistem pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengulas potensi pertanian Kuningan yang dinilai menjanjikan, khususnya komoditas ubi jalar. Ia menyebut luas lahan ubi jalar mencapai ribuan hektare dengan produksi signifikan, bahkan telah menembus pasar ekspor. Panen ubi jalar yang dilakukan bersama Menteri Dikdasmen pada rangkaian agenda tersebut disebutnya sebagai simbol bahwa sektor pertanian dan pendidikan dapat saling menguatkan untuk masa depan daerah.
Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113, menurut Bupati, bukan sekadar peringatan usia organisasi, melainkan momentum intelektual dan spiritual untuk meneguhkan kembali peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan. Ia menyampaikan bahwa peresmian TK Lab Muhammadiyah serta dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan lainnya merupakan investasi jangka panjang yang fundamental bagi kualitas generasi mendatang.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi peradaban. Apa yang kita mulai hari ini akan menentukan kualitas bangsa di masa depan,” ujar Bupati dalam sambutannya, Sabtu (20/12). Ia menambahkan bahwa arah pembangunan Kuningan tidak hanya mengejar capaian fisik dan infrastruktur, tetapi juga menempatkan investasi nonfisik, terutama pendidikan, sebagai prioritas utama.
Bupati berharap Universitas Muhammadiyah Kuningan dan seluruh amal usaha Muhammadiyah terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Ia menutup sambutan dengan doa dan harapan agar seluruh ikhtiar yang dilakukan dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113 dicatat sebagai amal kebaikan serta membawa keberkahan bagi Kuningan dan Indonesia.***




Tinggalkan Balasan