KUNINGAN(VOX) – Mahasiswa Semester 3 Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) melaksanakan kegiatan wawancara dan pembuatan dokumenter sejarah di Museum Surangga Jaya, Desa Luragung Landeuh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 tersebut menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal agar tetap lestari serta dikenal luas oleh masyarakat melalui publikasi berbasis digital.

Berdasarkan hasil wawancara, Museum Surangga Jaya yang diresmikan pada tahun 2017 menyimpan berbagai peninggalan bersejarah sejak abad ke-14. Koleksi museum meliputi senjata pusaka, alat perkakas kuno, hingga benda-benda yang menggambarkan kehidupan masyarakat Desa Luragung Landeuh pada masa lampau.

Dalam dokumenter yang diproduksi, mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah berdirinya museum, makna nama Surangga Jaya, keistimewaan koleksi pusaka, hingga tata cara perawatan benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya.

Pengelola Museum Surangga Jaya, Uce Purnama, menyampaikan bahwa pelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Masa lalu tidak minta untuk dilupakan, tapi menunggu untuk ditata supaya bisa dinikmati generasi yang akan datang,” ujar Uce Purnama.

Mahasiswa PTIK UM Kuningan yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Heri Johari, Hanifah Kamila Zahra, Adya Amelia, Deva Afatah, Raehan Dwi Fauzan, Riska Aksalu Dalpa, dan Hasna Nuraini. Mereka berharap dokumenter yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi dan motivasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal di Kabupaten Kuningan.

Menurut Heri Johari, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari akar budayanya, justru menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenalkan sejarah dan warisan leluhur. Dokumenter dan publikasi digital dinilai mampu menjembatani nilai-nilai masa lalu dengan cara penyampaian yang relevan bagi generasi saat ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena sejarah tidak hanya cukup disimpan di museum, tetapi harus dihidupkan kembali agar tetap bermakna. Melalui dokumenter, sejarah dapat diakses lebih luas dan dipahami oleh generasi muda,” ujar Heri Johari.

Pada akhir wawancara, Uce Purnama turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pelestarian sejarah daerah. Ia mengimbau warga Kecamatan Luragung yang memiliki benda-benda kuno, seperti keris dan pusaka lainnya, agar tidak menyimpannya secara pribadi.

“Saya mengajak seluruh warga Kecamatan Luragung yang memiliki barang-barang kuno, seperti keris dan benda bersejarah lainnya, agar bisa dirawat dan dititipkan di Museum Surangga Jaya supaya sejarahnya tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi implementasi nyata dari ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa PTIK UM Kuningan dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal di Kabupaten Kuningan.***