CIREBON, (VOX) – Proton FC U-11 sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Liga Pembinaan Futsal Kategori Usia 11 (KU-11) di Cirebon. Tim muda asal Kabupaten Kuningan ini tampil luar biasa dengan performa konsisten sejak fase grup hingga partai final.

Pada fase grup, Proton FC langsung menunjukkan kualitasnya. Salah satu laga penting terjadi saat menghadapi Sagara Futsal Academy, di mana pertandingan berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1. Hasil ini menjadi ujian mental sekaligus pembelajaran penting bagi skuad muda Proton FC.

Tak butuh waktu lama, Proton FC bangkit dan menunjukkan dominasinya pada laga berikutnya. Saat menghadapi Arjuna FA, Proton FC tampil agresif dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 5-1. Dalam pertandingan tersebut, lini serang Proton FC tampil tajam dengan kontribusi gol dari M. Abid Zayan, Arfa Bagas, Ahza Maika, serta Syabil Arkan yang memperlihatkan kekompakan tim.

Memasuki fase gugur, Proton FC semakin solid. Organisasi permainan yang rapi, disiplin bertahan, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang menjadi kekuatan utama tim hingga melangkah ke partai final.

Puncaknya terjadi pada laga final perebutan juara pertama dan kedua saat Proton FC berhadapan dengan Sagara Kidul FA. Dalam pertandingan tersebut, Proton FC tampil sangat dominan dan berhasil mengunci kemenangan telak 5-0 tanpa balas.

Rafaeyza menjadi bintang lapangan dengan mencetak hattrick (3 gol), sementara dua gol lainnya masing-masing disumbangkan oleh Abiedzar Alfarizqi dan Syabil Arkan. Kemenangan ini menegaskan superioritas Proton FC sepanjang turnamen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain, tim pelatih, serta dukungan orang tua. Pembinaan yang konsisten menjadi fondasi utama keberhasilan Proton FC dalam meraih gelar juara.

Salah satu pemain Proton FC, Abiedzar Alfarizqi, yang turut mencetak gol di partai final, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pembinaan yang telah diberikan.

“Saya, Abiedzar Alfarizqi, mengucapkan terima kasih kepada Proton FC atas pembinaannya selama ini, khususnya kepada para pelatih yang telah menularkan ilmunya kepada kami. Kami berharap pengalaman dan ilmu yang diberikan dapat bermanfaat, baik untuk kami sebagai pemain, untuk Proton FC, maupun untuk Kabupaten Kuningan secara umum.” pesannya kepada vox, Senin (20/04).

Sementara itu, pelatih Proton FC, Coach Gilang Jaya Kusuma, menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang.

“Semoga turnamen ini bisa dijadikan pembelajaran untuk turnamen selanjutnya, terutama AAFI yang sebentar lagi akan bergulir. Harapannya anak-anak tetap rendah hati, tidak cepat berpuas diri, dan terus konsisten dalam latihan.” ujarnya

Liga ini juga dimanfaatkan Proton FC sebagai ajang pemanasan jelang Liga AAFI Ciayumajakuning yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Dengan performa impresif yang ditunjukkan sejak fase grup hingga final, Proton FC U-11 kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di level regional.

Lebih dari sekadar gelar juara, keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan Proton FC dalam membangun dan mencetak atlet-atlet muda berbakat dari Kabupaten Kuningan. Melalui pembinaan yang terstruktur, disiplin latihan yang konsisten, serta pendekatan pengembangan karakter, Proton FC tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga pada proses pembentukan pemain yang berkualitas.

Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang Proton FC dalam menciptakan regenerasi atlet futsal yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan fondasi pembinaan sejak usia dini, Proton FC berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan talenta futsal di Kuningan yang berkontribusi bagi kemajuan olahraga daerah.

Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan futsal usia dini di Kabupaten Kuningan berjalan ke arah yang positif dan mampu melahirkan talenta-talenta potensial untuk masa depan.***