KUNINGAN(VOX) – Aksi Simbolik Berlangsung Bersamaan dengan Agenda Resmi Pemerintah Sejumlah aktivis mahasiswa dan kepemudaan menggelar aksi simbolik pada Senin malam (16/2/2026), bertepatan dengan kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dan Tuti Andriani.

Kegiatan refleksi resmi pemerintah daerah berlangsung di Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Pada waktu yang hampir bersamaan, sekelompok mahasiswa dan aktivis berdiri di sekitar kawasan pendopo dengan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.

Pasangan kepala daerah yang dikenal dengan akronim Dirahmati tersebut saat ini memimpin pemerintahan di wilayah Kabupaten Kuningan.

Aksi berlangsung tanpa orasi maupun penggunaan pengeras suara. Peserta memilih menyampaikan aspirasi melalui pesan tertulis dalam spanduk serta pernyataan kepada awak media.

Aktivis yang terlibat berasal dari berbagai organisasi, di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, serta unsur organisasi mahasiswa dan kepemudaan lainnya.

Ketua BEM UNISA, Muhammad Saefulloh, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang sah dan konstitusional.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, terutama terhadap persoalan yang dinilai belum menunjukkan penyelesaian signifikan, seperti isu lingkungan, ekonomi kerakyatan, hingga transparansi program pemerintah.

Aksi mengusung tajuk “Marhaban Ya Melawan” sebagai refleksi satu tahun kepemimpinan Dirahmati dari perspektif aktivis.

Momentum menjelang bulan suci Ramadan disebut menjadi alasan pemilihan tema, yang dimaknai sebagai waktu introspeksi tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan pemerintahan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Tidak terjadi bentrokan maupun tindakan anarkis.

Setelah menyampaikan pernyataan kepada media dan membentangkan spanduk selama beberapa waktu, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait kritik maupun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.***