VOXPOPULI.CO.ID – Toko Kecil Futsal Kuningan U13 menutup perjalanan Liga AAFI Ciayumajakuning 2026 dengan catatan manis. Tim tersebut berhasil memboyong tiga trofi sekaligus, yakni Juara 1, Tim Fair Play, dan penghargaan Best Coach.

Penyerahan trofi berlangsung di GOR Ranggajati, Kabupaten Cirebon, Minggu (06/09/2026).

Pelatih kepala Toko Kecil, Muhammad Gunawan, mengatakan tiga penghargaan tersebut menjadi buah dari kerja keras tim selama kurang lebih empat bulan menjalani proses latihan dan kompetisi.

“Ya alhamdulillah, kita semalam meraih tiga piala yaitu Juara 1, tim fair play, dan best coach. Alhamdulillah perjuangan anak-anak kurang lebih 4 bulan membuahkan hasil,” ujar Muhammad Gunawan, Senin (07/09/2026).

Menurut Gunawan, keberhasilan tahun ini juga melanjutkan catatan positif Toko Kecil U13 yang dalam tiga tahun berturut-turut selalu berhasil menembus partai final.

Pada 2024, Toko Kecil U13 berhasil menjadi juara. Setahun kemudian, pada 2025, mereka harus puas sebagai runner-up. Sementara pada 2026, gelar juara kembali berhasil direbut setelah melewati pertandingan dramatis hingga adu penalti.

“Dan perlu diketahui juga catatan manis ini terus berlanjut setelah 3 tahun berturut-turut kita masuk final, di kategori U-13 pada 2024 kita juara, 2025 kita sebagai runner-up, dan alhamdulillah 2026 kita kembali sebagai juara meskipun lewat drama adu penalti,” katanya.

Gunawan memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang telah menunjukkan kerja keras sepanjang kompetisi. Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan serta jajaran manajemen Toko Kecil.

“Dan tetap saya apresiasi kerja keras teman-teman, pemain, support para orang tua, dan jajaran manajemen,” ujarnya.

Di luar pencapaian Toko Kecil, Gunawan menilai perkembangan futsal di Kabupaten Kuningan saat ini menunjukkan tren yang semakin positif. Ia melihat antusiasme masyarakat, terutama orang tua dan pemain usia dini, semakin meningkat.

“Untuk terkait antusiasme futsal di Kabupaten Kuningan, yang jelas saya lihat atau saya rasakan progresnya sampai hari ini alhamdulillah meningkat, antusias orang tua, antusias peserta atau pemain pun sama,” tuturnya.

Menurut Gunawan, saat ini mulai bermunculan sejumlah tim di Kabupaten Kuningan yang secara intensif mengembangkan pembinaan pemain usia dini atau level grassroots.

Ia menyebut Proton dan Toko Kecil sebagai tim yang aktif dalam pembinaan tersebut. Selain itu, sejumlah turnamen kelompok usia yang digelar di Kuningan juga dinilai menjadi indikator meningkatnya gairah futsal usia muda.

“Sekarang sudah ada beberapa juga tim-tim di Kabupaten Kuningan yang sudah intens terkait pelatihan di usia-usia dini atau di grassroot. Alhamdulillahnya di Kuningan yang saya lihat sih intens ada Proton, ada Kita Toko Kecil,” katanya.

Gunawan juga menilai banyaknya peserta dalam berbagai event kelompok usia menjadi sinyal positif bagi masa depan futsal Kuningan.

“Terus ngelihat juga kemarin ada beberapa event kategori-kategori umur pesertanya pun banyak, meskipun hanya bernama tim SD, itu pun setidaknya sudah bagus antusias para pemain dan juga keterlibatan beberapa pihak juga,” ujarnya.

Selain pembinaan pemain, Gunawan menyoroti perkembangan sumber daya pelatih di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, dalam beberapa kesempatan terakhir telah lahir banyak pelatih yang sudah memiliki lisensi.

Ia berharap para pelatih tersebut dapat menjadi wadah sekaligus membuka jalan bagi munculnya bibit-bibit muda futsal Kuningan.

“Karena beberapa kesempatan terakhir ke belakang, kita juga mencetak beberapa pelatih, bahkan banyak pelatih. Jadi saya harapkan pelatih-pelatih kemarin yang dilisensikan itu menjadi wadah, menjadi pembuka jalan untuk para bibit-bibit muda khususnya di Kabupaten Kuningan terkait hal futsal,” katanya.

Gunawan berharap perkembangan tersebut terus berlanjut sehingga semakin banyak akademi futsal yang mampu melahirkan pemain-pemain muda berkualitas.

Ia memiliki target agar pemain-pemain binaan dari Kabupaten Kuningan tidak hanya mampu memperkuat tim daerah, tetapi juga dapat menembus kompetisi nasional hingga Liga Pro dan Tim Nasional Indonesia.

“Harapannya sih mungkin semua pencinta futsal samalah, pengennya futsal Kuningan terus maju, terus eksis, terus berjaya dan semakin banyak lagi tim-tim akademi yang mengorbitkan pemain-pemain muda yang mendidik pemain-pemain muda Kabupaten Kuningan,” ucapnya.

“Tujuannya jelas untuk tim daerah atau bahkan bisa tembus ke Liga Pro dan juga ke tim nasional,” sambung Gunawan.

Menurutnya, keberadaan Proton FC sebagai tim perwakilan Kuningan di level nasional juga dapat menjadi salah satu wadah bagi pemain-pemain muda daerah yang ingin mengembangkan karier futsal ke jenjang lebih tinggi.

“Alhamdulillahnya di Kuningan juga sekarang ada tim perwakilan Kuningan yaitu Proton FC, itu juga mungkin salah satu bisa jadi wadah bagi para pemain muda Kabupaten Kuningan khususnya yang ingin berlaga di tingkat nasional,” katanya.

Gunawan berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemain-pemain muda Kuningan.

“Mudah-mudahan itu tercapai dalam waktu dekat,” ujarnya.

Tak hanya berbicara mengenai pembinaan klub dan pemain muda, Gunawan juga menyinggung target futsal Kuningan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan Kuningan di Porprov diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas atau hanya mengejar partisipasi.

“Dan juga doakan juga target kita di Porprov. Jadi target kita di Porprov bukan hanya partisipasi, kita juga berharap kita ikut rutin setiap penyelenggaraan Porprov,” pungkasnya.

Prestasi Toko Kecil U13 dengan tiga trofi sekaligus di Liga AAFI Ciayumajakuning 2026 menjadi salah satu gambaran perkembangan pembinaan futsal usia dini di Kabupaten Kuningan. Dengan semakin banyaknya akademi, pelatih berlisensi, kompetisi usia muda, serta dukungan orang tua dan berbagai pihak, peluang lahirnya talenta futsal Kuningan menuju level nasional semakin terbuka.***