
VOXPOPULI.CO.ID – Warung Rakyat menanggapi pernyataan Sekda terkait wacana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk melanjutkan program Pangajen Pinunjul pada 2027.
Namun, hingga konferensi pers yang digelar di Minara House, Jumat (5/9), Warung Rakyat menegaskan belum ada komunikasi resmi terkait rencana kolaborasi tersebut.
Perwakilan Warung Rakyat yang hadir, Dzikri, Agi, Yusuf, Dede, dan Anggi, menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan apabila kegiatan serupa dilanjutkan oleh pemerintah daerah. Bagi mereka, tujuan utama Pangajen Pinunjul bukan untuk mengklaim sebuah kegiatan, melainkan memberikan apresiasi kepada masyarakat dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
“Kalau tadi yang pa sekda menyampaikan bahwa bukan klaim tapi apresiasi. Tidak masalah, sah-sah saja. Silakan saja, karena mungkin itu persepsi dari beliau,” ujar Dede perwakilan Warung Rakyat.
Mereka bahkan mengaku senang apabila nilai kebaikan yang menjadi semangat Pangajen Pinunjul dapat diteruskan dan semakin luas menjangkau masyarakat Kuningan.

“Artinya nilai kebaikan yang kita tebarkan berhasil menular. Kita kan ingin menyebarkan virus-virus kebaikan, bukan virus-virus yang lain,” katanya.
Terkait kemungkinan kolaborasi dengan pemerintah daerah pada 2027, Warung Rakyat memilih tidak berspekulasi. Mereka menegaskan sampai saat ini belum ada pembicaraan resmi mengenai bentuk kerja sama tersebut.
“Sampai hari ini tidak ada pembicaraan itu. Jangankan pembicaraan untuk tahun depan minta kolaborasi, tidak ada pembicaraan itu. Sehingga kami tidak akan menjawab sesuatu yang belum disampaikan,” tegas Yusuf Dandi.
Meski demikian, Warung Rakyat menyatakan terbuka apabila pemerintah daerah ingin mengambil alih dan melanjutkan program Pangajen Pinunjul. Mereka mempersilakan pemerintah menentukan perangkat daerah yang nantinya menjadi penyelenggara.
“Kalau ini nanti ke depan diangkat oleh pemerintah daerah, kita melepas. Silakan penyelenggaranya mau di bagian kepemudaan, mau dibuat di bagian mana, silakan,” ujarnya.
Warung Rakyat juga siap apabila pemerintah daerah nantinya membutuhkan konsep atau mekanisme yang telah mereka susun, termasuk skema penilaian, indikator, kategori maupun persyaratan peserta.
“Kalaupun nanti dari pemerintah daerah meminta skema penilaian, skema nominasi, bagaimana persyaratan, indikator, kami akan sampaikan,” katanya.
Namun, mereka menekankan bahwa kegiatan Warung Rakyat sendiri akan tetap berjalan. Pangajen Pinunjul bukan akhir dari aktivitas mereka, sebab sejumlah program baru telah disiapkan untuk beberapa bulan ke depan.
Salah satu rencana tersebut menyasar komunitas dan siswa. Bahkan, Warung Rakyat membuka kemungkinan membuat konsep penghargaan baru dengan kategori berbeda.
“Kalau kemarin kita bikin Pangajen Pinunjul, bisa saja nanti kita buat siswa pinunjul,” ungkapnya.
Dalam dua hingga tiga bulan mendatang, Warung Rakyat akan mulai menjalankan kegiatan baru tersebut. Mereka menyebut puncak kegiatan direncanakan berlangsung pada Desember.
Warung Rakyat menilai apabila pemerintah daerah benar-benar ingin melanjutkan Pangajen Pinunjul pada 2027, hal tersebut merupakan sesuatu yang positif. Namun, mereka tetap menginginkan adanya komunikasi resmi sebelum membicarakan lebih jauh mengenai kolaborasi tersebut.***












Tinggalkan Balasan