VOXPOPULI.CO.ID – Di balik kemeriahan pelaksanaan berbagai kegiatan di Kabupaten Kuningan, terdapat kerja keras sejumlah anak muda yang terlibat langsung dalam menyiapkan dan mengawal jalannya acara.

Hal itu disampaikan Kabid Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kuningan, Dading, setelah sukses terselenggaranya dua event di lokasi berbeda, yakni Bupati Saba Lembur di Subang dan Mandirancan.

Melalui keterangannya pada Jumat (11/9/2026), Dading menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama anak-anak muda Kuningan yang menurutnya telah memberikan warna melalui karya mereka.

“Di balik kemeriahan ada sosok-sosok anak muda Kuningan (MOKA) yang memberi warna dan karya terbaiknya untuk Kuningan. Terima kasih Aa atas doa dan dukungannya dan kepada semua pihak yang sudah membantu kami,” ujar Dading.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat sejumlah kekurangan.

Menurut Dading, dirinya hanya menjadi bagian kecil dari proses untuk mengantarkan dan mewujudkan mimpi yang telah dibangun bersama.

“Saya hanya bagian kecil mengantarkan dan mewujudkan mimpi beliau. Tanpa mereka saya nggak mungkin bisa seperti ini,” katanya.

Ia menyebut keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama tim yang solid. Energi yang tidak pernah habis, rasa tanggung jawab, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran menjadi kekuatan penting dalam menjalankan kegiatan.

“Kerja sama yang solid, energi yang tak pernah habis, tanggung jawab yang besar dan kecintaan yang paling utama untuk mengabdi pada tanah kelahiran,” ungkapnya.

Dading mengakui bahwa mengawal event dalam waktu panjang bukan perkara mudah. Ia menyebut rangkaian kegiatan tersebut berlangsung hingga 18 jam, mulai pukul 06.00 WIB sampai 24.00 WIB.

“Ternyata lumayan berat ya, Aa. Satu Event 18 jam, 06.00 WIB sampai 24.00 WIB. Butuh energi yang prima dan emosional yang terjaga untuk membuat kemasan yang lebih baik,” tutur Dading.

Meski melelahkan, Dading mengaku tetap merasa bangga. Baginya, pengalaman tersebut bukan hanya tentang menyukseskan sebuah acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap Kabupaten Kuningan kepada generasi muda.

“Saya merasa bangga bisa memberikan legacy kepada mereka, menanamkan rasa dan cinta terhadap Kuningan dengan bentuk tanggung jawab untuk terus berbuat, bergerak dan berkarya,” ujarnya.

Dading menilai masih banyak hal yang harus dievaluasi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, berbagai kekurangan tidak lantas menghilangkan rasa bangga terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Kita bangga meskipun masih banyak kekurangan,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam berbagai kegiatan daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah.

Bagi Dading, karya dan kreativitas anak muda Kuningan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Semangat untuk terus berbuat, bergerak dan berkarya harus menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahiran.***