
KUNINGAN, (VOX) – Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani yang akrab disapa Amih Tuti menyoroti pentingnya pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kuningan.
Hal tersebut disampaikan Amih Tuti usai mengikuti Rakortas Kemarau dan Pencegahan Kebakaran di Gedung Setda Kuningan, Rabu (13/05).
Dalam wawancara tersebut, Amih Tuti menyebut pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap lima kecamatan yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi. Menurutnya, pelaksanaan program MBG harus benar-benar diawasi agar dampaknya terasa langsung bagi masyarakat.
“Kami menekankan peran MBG untuk 3B itu harus betul-betul diawasi. Karena masa iya setelah ada MBG, stunting masih tetap tinggi. Itu sudah sangat luar biasa hasilnya demikian,” ujar Amih Tuti.
Ia menjelaskan seluruh SKPD dan instansi terkait diminta aktif mengantisipasi berbagai dampak terutama terkait stunting, yang menjadi PR besar Kuningan.
Dalam rapat tersebut, Dinas Kesehatan juga diminta menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dampak musim kemarau terhadap kesehatan warga, termasuk risiko gangguan gizi pada anak.

Saat ditanya mengenai pengawasan program MBG di lima kecamatan yang menjadi perhatian, Amih Tuti memastikan pengawasan akan diperketat.
“Iya,” jawabnya singkat.
Selain persoalan stunting, Pemkab Kuningan juga menyoroti kondisi lingkungan, khususnya persoalan sampah rumah tangga dan kapasitas TPAS yang disebut sudah melebihi batas.
Amih Tuti mengimbau masyarakat mulai memilah sampah plastik, organik, dan anorganik dari lingkungan rumah tangga sebagai langkah mengurangi beban sampah di Kabupaten Kuningan karena kondisi TPA yang overload.***












Tinggalkan Balasan