VOXPOPULI.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menanggapi polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “londo ireng”. Menurutnya, sikap yang diambil insan pers maupun kelompok masyarakat yang merasa tersinggung merupakan hak masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Nuzul Rachdy saat ditemui awak media di Gedung Setda Kabupaten Kuningan sebelum mengikuti Rapat Koordinasi Forkopimda, Kamis (30/7/2026).

Nuzul mengaku baru mengetahui polemik tersebut dari berbagai pemberitaan di media massa maupun media sosial. Ia menilai persoalan tersebut harus dipandang secara proporsional.

“Ya, saya sendiri baru baca dari berita, dari YouTube, dan segala macam. Persoalan itu kan sebetulnya hak teman-teman media, karena yang disinggung oleh presiden bukan hanya media saja sebetulnya, LSM, kemudian pengamat. Maka menurut saya itulah hak teman-teman yang merasa tersinggung,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila dikaitkan dengan Pemerintah Kabupaten maupun DPRD Kabupaten Kuningan, persoalan tersebut tidak memiliki hubungan langsung karena pernyataan itu disampaikan oleh Presiden.

“Tapi kalau kaitan dengan DPRD, kaitan dengan pemerintah, menurut saya tidak, karena yang menyampaikan presiden langsung,” katanya.

Saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, yang menyebut aksi sebaiknya dilakukan ke pemerintah atau DPRD, Nuzul menilai Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Kalau pengamatan saya, Prabowo menyampaikan itu dalam konteks dia sebagai presiden, walaupun dia Ketua Umum Gerindra. Itu tergantung penalaran teman-teman,” ucapnya.

Menurut Nuzul, di daerah tidak ada pihak yang dapat memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan Presiden sehingga masyarakat hanya bisa menafsirkan berdasarkan konteks yang ada.

“Sayangnya di daerah enggak ada juru bicara presiden,” katanya sambil tersenyum.

Meski demikian, Nuzul mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk tetap menjaga situasi Kabupaten Kuningan agar tetap aman dan kondusif.

“Yang saya minta untuk Kabupaten Kuningan, ya bisa menjaga kondusivitas. Mungkin Pak Presiden itu slip of the tongue atau apa. Yang penting situasi di daerah tetap kondusif,” pungkasnya.***