VOXPOPULI.CO.ID – Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMKU) mulai diperkenalkan dengan berbagai organisasi otonom Muhammadiyah melalui Masa Ta’aruf Organisasi Otonom (MASTA ORTOM).

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut mengusung tema “Menguatkan Ideologi, Solidaritas, dan Sinergi Kader untuk Mewujudkan Generasi Muhammadiyah yang Berkemajuan.”

MASTA ORTOM menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat organisasi yang berada dalam ekosistem gerakan Muhammadiyah di lingkungan kampus.

Sejumlah organisasi diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA).

Pengenalan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Masing-masing organisasi turut menampilkan kemampuan yang telah dipersiapkan melalui latihan selama beberapa pekan.

Penampilan tersebut menjadi cara untuk memperlihatkan aktivitas, karakter kader, sekaligus ruang pengembangan diri yang tersedia bagi mahasiswa.

Melalui praktik secara langsung, mahasiswa baru dapat melihat bagaimana organisasi menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, keberanian, solidaritas, serta kemampuan bekerja sama.

Pelaksanaan MASTA ORTOM juga disaksikan langsung oleh jajaran Pimpinan Muhammadiyah. Kehadiran tersebut menunjukkan perhatian terhadap proses regenerasi kader di lingkungan UMKU.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Hermawan, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya keteguhan sikap dan integritas bagi kader, terutama mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan organisasi.

“Jadilah kader yang tegas, memiliki integritas, dan berkualitas. Khususnya para pimpinan komisariat, harus menjadi tonggak kepemimpinan untuk menyiapkan pemimpin generasi berikutnya. Jangan mudah terprovokasi atau diiming-imingi kepentingan pragmatis, apalagi hanya karena sebuah narasi kemudian berubah dan berpihak kepada yang keliru,” ujar Hermawan, Selasa (15/09).

Menurutnya, semangat perjuangan harus berjalan bersama keberanian, moral, dan kemampuan intelektual. Ketiga hal tersebut dinilai penting dalam membentuk kader yang mampu menjalankan peran organisasi secara bertanggung jawab.

“Bangun kompetensi dalam diri. Tunjukkan kualitas melalui perkataan, perbuatan, dan tindakan nyata. Para pimpinan juga harus mampu memberikan energi positif kepada juniornya agar terjadi perubahan yang baik dan lahir generasi emas,” katanya.

Sejumlah pimpinan organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Roy Aldilah selaku Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dede Sartika, M.Pd., Ketua PDNA Kabupaten Kuningan, Rey Rahma Wijaya selaku Ketua Umum UKM Hizbul Wathan (HW) Kafilah UM Kuningan, serta Giwang Purnama selaku Ketua Umum UKM Tapak Suci.

Hadir pula Ridho Juliano selaku Ketua Umum PK Djazman Al-Kindi dan Roni selaku Ketua Umum PK Djarnawi Hadikusuma.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa proses kaderisasi Muhammadiyah di UMKU melibatkan sejumlah organisasi dengan karakter dan jalur pengembangan yang berbeda.

Masing-masing organisasi memiliki aktivitas tersendiri, namun berada dalam satu ekosistem gerakan Muhammadiyah untuk menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dan meneruskan perjuangan organisasi.

Bagi mahasiswa baru, MASTA ORTOM menjadi pintu awal untuk mengenal dunia organisasi sekaligus menentukan ruang belajar dan berproses sesuai minat serta potensi masing-masing.

Dari proses tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada nama dan struktur organisasi, tetapi juga dapat melihat bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah diterjemahkan melalui aktivitas, kaderisasi dan kepemimpinan mahasiswa.

MASTA ORTOM akhirnya menjadi bagian dari proses memperkenalkan wajah gerakan Muhammadiyah kepada mahasiswa baru sekaligus membuka ruang bagi lahirnya kader-kader yang diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.***