KUNINGAN(VOX) – Perguruan Silat Bima Suci merayakan hari jadinya yang ke-53 melalui Gebyar Milad yang digelar di D’Jons Pool Family Billiard n Café, Sabtu (14/2/2026). Perayaan ini menjadi momentum penguatan pelestarian budaya pencak silat sekaligus pembinaan karakter generasi muda di Kabupaten Kuningan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani serta jajaran pengurus perguruan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bima Suci dalam menjaga tradisi pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya nasional. Menurutnya, usia 53 tahun mencerminkan ketahanan organisasi dalam menghadapi dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Ia menegaskan bahwa pelestarian tradisi harus berjalan seiring dengan adaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam pembinaan atlet dan penguatan karakter generasi muda.

Bupati juga menyoroti kontribusi Bima Suci dalam melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah. Ia menilai pencak silat tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, pengendalian diri, serta etika sosial.

“Juara sejati bukan hanya yang berdiri di atas podium, tetapi mereka yang mampu mengendalikan ego, amarah, dan emosi dalam dirinya,” ujar Bupati.

Selain itu, ia menyampaikan keprihatinan terhadap munculnya konflik antarkelompok di masyarakat. Ia berharap nilai sportivitas, penghormatan kepada guru, serta etika persaudaraan dalam pencak silat dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda.

Pemerintah daerah, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan perguruan silat dalam pembinaan generasi muda serta pembangunan sosial kemasyarakatan.

Perayaan Milad ke-53 ini ditutup dengan harapan agar Bima Suci terus berkembang sebagai pusat pembinaan pencak silat yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelestarian budaya bangsa di Indonesia.***

Deskripsi Iklan Anda