
VOXPOPULI.CO.ID – Beredarnya pamflet yang mengatasnamakan “Jurnalis Kuningan Bersatu” terkait rencana aksi unjuk rasa menyikapi polemik ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Londo Ireng” memicu perhatian berbagai pihak. Menyikapi hal tersebut, DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan memilih mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau seluruh kader agar tidak terpancing provokasi.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, mengaku hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan maupun permohonan audiensi terkait rencana aksi yang disebut akan digelar di depan Kantor DPC Gerindra Kuningan pada Kamis (30/7/2026).
“Saya belum menerima surat,” ujar Toto saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Pamflet yang beredar di media sosial memuat ajakan kepada massa untuk menggelar aksi pada pukul 13.00 WIB. Aksi tersebut disebut sebagai respons atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan istilah “Londo Ireng” dalam sebuah sambutan yang kemudian menuai polemik.
Meski demikian, Toto menegaskan pihaknya tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun menurutnya, apabila yang dipersoalkan adalah pernyataan Presiden dalam kapasitasnya sebagai kepala negara, maka sasaran penyampaian aspirasi seharusnya ditujukan kepada institusi pemerintahan, bukan kantor partai di daerah.

“Pak Prabowo bicara bukan dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, tetapi sebagai Presiden. Kalau merunut aturan, bukan ke DPC. Baru sejarah DPC partai didemo oleh pihak eksternal karena persoalan seperti ini. Itu bisa memicu kesalahpahaman nantinya,” katanya.
Ia menambahkan, apabila aksi berkaitan dengan kebijakan atau pernyataan Presiden sebagai kepala pemerintahan, maka aspirasi lebih tepat disampaikan kepada lembaga pemerintahan.
“Kalau mau demo ya ke DPRD atau ke pemerintah, karena itu kan urusan pemerintahan,” ujarnya.
Kendati demikian, Toto memastikan DPC Gerindra Kuningan tidak akan menghalangi apabila aksi benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sebagai Ketua Partai di Kuningan, apa pun bentuknya ya kami hadapi,” ucapnya.
Menurut Toto, menyikapi beredarnya pamflet tersebut, DPC Gerindra Kuningan langsung menggelar rapat internal. Langkah itu dilakukan semata-mata untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengingatkan seluruh kader agar tidak mudah terprovokasi.
“Saya tidak mau ada masalah. Takut terprovokasi, takut terpancing,” tuturnya.
Ia juga menilai istilah “Londo Ireng” yang menjadi polemik lebih merupakan bentuk kiasan politik dan tidak ditujukan kepada individu tertentu.
“Itu hanya kiasan politik. Kecuali kalau memang menunjuk seseorang secara langsung, baru berbeda. Ini kan tidak,” katanya.
Lebih lanjut, Toto menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa rencana aksi tersebut hanya digagas oleh segelintir orang. Hingga kini, kata dia, belum ada pemberitahuan resmi yang diterima DPC Gerindra maupun informasi mengenai penyampaian surat pemberitahuan kepada kepolisian.
“Kalau tidak salah, kalau mau ada aksi itu tiga hari sebelumnya harus ada pemberitahuan ke kepolisian. Minimal memberi tahu Polres. Sampai sekarang kan belum ada,” tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang mengatasnamakan “Jurnalis Kuningan Bersatu” mengenai kepastian pelaksanaan aksi maupun proses penyampaian pemberitahuan kepada aparat kepolisian. Voxpopuli.co.id masih berupaya mengonfirmasi pihak penyelenggara untuk memperoleh informasi yang berimbang.***












Tinggalkan Balasan