
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan keseriusannya membuka karpet merah bagi investasi besar sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung penurunan kemiskinan. Bupati Kuningan menyebut potensi masuknya tiga pabrik sepatu dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah, seraya mengingatkan agar iklim investasi tidak diganggu dan pemerintah daerah segera menuntaskan Rencana Tata Ruang Wilayah demi kepastian hukum.
“Kalau ada satu pabrik nilainya bisa Rp1,2 triliun, yang lain Rp1,3 triliun. Jangan sampai setiap investasi diganggu, ujung-ujungnya mereka lari. Kasihan,” tegasnya. Ia secara khusus meminta percepatan penyelesaian RTRW agar para investor memiliki kejelasan regulasi. “Band investor itu kepastian hukum. Tolong ini diselesaikan cepat,” ujarnya pada apel pagi di halaman setda, Senin, (29/12).
Di sisi lain, Bupati menyampaikan optimisme kinerja daerah berdasarkan data statistik terbaru. Ia menyebut penurunan kemiskinan dan pengangguran terjadi signifikan dalam kurun waktu terakhir, ditopang oleh capaian Laju Pertumbuhan Investasi yang masuk jajaran terbaik di Jawa Barat pada semester pertama. “Ini menumbuhkan optimisme. Tahun 2026 kita bisa lebih maju kalau kebijakan didukung bersama oleh masyarakat dan perangkat daerah,” katanya.
Hasil konkret juga ditunjukkan dari lobi intensif ke pemerintah pusat. Kabupaten Kuningan menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa lima unit traktor roda empat, satu unit combine harvester, satu unit crawler tractor, traktor roda dua, serta 100 unit handsprayer. Bantuan tersebut diperkirakan bernilai hampir Rp10 miliar. “Ini bukan jual kemiskinan. Saya sampaikan kebutuhan Kuningan apa adanya, dan alhamdulillah hasil lobi kita nyata,” ucap Bupati, sembari menyebut pertemuan singkat selama 10 menit dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghasilkan dukungan signifikan.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan tindak lanjut pertemuan dengan sejumlah menteri lain, termasuk Menteri Desa, Menteri Koperasi dan UKM, hingga rencana penjajakan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait pembangunan stadion. “Saya minta Pak Sekda dan para kadis jemput bola. Setiap kunjungan saya ke kementerian harus ditindaklanjuti,” katanya.

Di sektor pangan, kinerja pertanian Kuningan menunjukkan lonjakan. Produksi beras meningkat dari 225 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 254 ribu ton, sementara surplus naik dari 90 ribu ton menjadi 125 ribu ton. “Ini luar biasa. Kita mulai on the track. Salah satu kontributor kemiskinan itu sektor pertanian, dan solusinya adalah modernisasi alat, percepatan tanam, stabilisasi pupuk dan bibit,” jelasnya.
Penguatan sosial juga menjadi perhatian.
Pemerintah daerah bersama BAZNAS merencanakan penambahan 150 unit bantuan Rutilahu, pembangunan rumah sehat lengkap dengan dokter, peralatan dan obat gratis, serta penguatan lembaga keuangan desa untuk melawan jerat rentenir. “Banyak UMKM tercekik rentenir. Kita hadirkan solusi di desa-desa yang paling terdampak,” ujar Bupati.
Menutup amanatnya, Bupati mengajak seluruh jajaran dan masyarakat menyambut tahun baru dengan optimisme berbasis kerja nyata. “Hari ini bukti ikhtiar kita. Kita syukuri, kita rawat bantuannya, dan kita gas bersama. Kuningan optimis menyongsong masa depan,” pungkasnya.***











Tinggalkan Balasan