VOXPOPULI.CO.ID – Keberhasilan Pesik Kuningan promosi ke Liga 3 Nasional menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan. Namun di balik pencapaian tersebut, tantangan besar kini sudah menanti. Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, menegaskan keberlangsungan tim di Liga 3 sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah khususnya Bupati Kuningan. Hal itu disampaikan Nono saat diwawancarai di Panorama Asri, Senin (20/7).

Menurut Nono, Pesik sebagai tim yang telah memastikan promosi memiliki kewajiban mengikuti kompetisi Liga 3 Nasional. Apabila tidak mengikuti kompetisi, klub berpotensi dikenai sanksi oleh PSSI, mulai dari degradasi kembali ke Liga 4 hingga kemungkinan pembekuan keikutsertaan dalam kompetisi.

“Pesik sudah lolos ke Liga 3 dan itu wajib diikuti. Kalau tidak diikuti tentu akan ada konsekuensi sesuai ketentuan PSSI,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk mengikuti Liga 3 diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan saat berlaga di Liga 4 Nasional.

“Kalau saya perhatikan, minimal kebutuhan anggaran Liga 3 bertambah sekitar 50 persen dibandingkan Liga 4. Ini menjadi bahan pemikiran bersama karena membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Nono.

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan mengenai kelanjutan pengelolaan tim maupun kepastian dukungan pembiayaan. Menurut Nono, seluruh keputusan tersebut berada di tangan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Saya juga belum mendapatkan penugasan lagi. Kuncinya memang ada di Bupati,” ungkapnya.

Nono mengakui, keberhasilan membawa Pesik promosi akan sangat disayangkan apabila tidak dapat dilanjutkan ke Liga 3. Pasalnya, perjuangan yang dilakukan selama hampir sembilan bulan, mulai dari seleksi pemain, pemusatan latihan hingga kompetisi nasional, bisa menjadi sia-sia apabila klub gagal mengikuti kompetisi berikutnya.

Ia juga mengingatkan adanya informasi mengenai kemungkinan sanksi pembekuan apabila klub tidak mengikuti Liga 3.

“Kalau harus kembali lagi ke Liga 4 tentu sangat disayangkan. Bahkan ada informasi kemungkinan pembekuan hingga lima tahun apabila tidak mengikuti kompetisi. Padahal sepak bola di Kuningan sedang berkembang, turnamen semakin banyak, dan pembinaan usia muda melalui SSB juga terus berjalan,” tuturnya.

Menurut Nono, keberhasilan Pesik melangkah ke Liga 3 bukan hanya menjadi prestasi olahraga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Kuningan semakin dikenal di tingkat nasional. Karena itu, ia berharap keputusan terkait kelanjutan tim dapat segera ditetapkan agar persiapan menghadapi kompetisi bisa dilakukan lebih matang.***