
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai bergerak serius membenahi persoalan sampah yang selama ini jadi pekerjaan rumah klasik. Selepas menghadiri Reuni Akbar SMA Kosgoro di Gedung Sanggariang, Senin 23 Maret 2026, Bupati Kuningan membuka rencana pembangunan tempat pembuangan akhir terpadu yang digadang-gadang akan menjadi solusi jangka panjang.
Isu ini bukan sekadar wacana. Bupati memastikan komunikasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan berulang kali, bahkan melibatkan putra daerah yang kini memiliki kewenangan strategis di Kementerian Dalam Negeri.
“Mohon doa, kita sudah beberapa kali bertemu. Setelah Lebaran beliau juga akan meninjau langsung ke TPA di Ciniru,” ujarnya.
Rencana pembangunan TPA terpadu ini akan berlokasi di Ciniru, memanfaatkan lahan yang sudah ada tanpa perlu relokasi. Pemerintah daerah memilih pendekatan optimalisasi daripada membuka lokasi baru, dengan mengandalkan sistem pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Konsep yang ditawarkan tidak lagi sekadar menumpuk sampah. Pemkab ingin mengubah cara pandang, dimulai dari pemilahan sampah sejak dari sumber hingga pengolahan di lokasi akhir.

“Tempat itu akan kita maksimalkan dengan sistem yang lebih modern. Pemilahan dimulai dari hilir, lalu diolah di hulu,” kata Bupati.
Soal kapan proyek ini benar-benar dimulai, Bupati belum membuka tanggal pasti. Namun sinyalnya jelas, Kuningan masuk dalam radar prioritas pusat. Dukungan pembiayaan pun tidak kecil karena akan melibatkan skema pinjaman dari pemerintah pusat.
“Yang pasti Kuningan jadi salah satu prioritas. Saya sudah beberapa kali mendaftarkan dan Selasa nanti kita akan tinjau langsung ke lokasi,” ucapnya.
Langkah ini menjadi penting di tengah meningkatnya volume sampah dan keterbatasan sistem pengelolaan konvensional. Jika terealisasi, TPA terpadu ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan sampah.
Dengan arah kebijakan yang mulai jelas, publik kini tinggal menunggu realisasi. Harapannya sederhana tapi krusial. Sampah di Kuningan tak lagi jadi masalah tahunan, melainkan bisa ditangani secara modern, sistematis, dan berkelanjutan.***












Tinggalkan Balasan