
VOXPOPULI.CO.ID – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Desa Padabeunghar, Kabupaten Kuningan, telah berhasil dikendalikan. Saat ini, petugas telah menyelesaikan proses pemadaman dan memasuki tahap mopup guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, mengatakan kondisi di lokasi kebakaran saat ini sudah aman setelah dilakukan penanganan oleh petugas gabungan.
“Terkait perkembangan karhutla yang terjadi beberapa waktu lalu, sekarang kondisinya sudah aman. Sudah dilakukan mopup untuk memastikan api tidak ada lagi di lokasi kejadian. Sementara ini sudah teratasi dengan baik,” ujar Toni Anwar saat ditemui di Kantor Balai TNGC, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan Balai TNGC, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 14,9 hektare.
Menurut Toni, proses pemadaman menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Selain kondisi angin yang cukup kencang, medan berbukit dan berbatu membuat petugas harus bekerja ekstra agar api tidak meluas.

“Kesulitan di lapangan salah satunya karena kondisi alam. Angin yang berhembus cukup besar sehingga menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, medannya juga terjal dan berbatu,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, Balai TNGC sebenarnya telah melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya patroli rutin, peningkatan pengawasan kawasan, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan selama musim kemarau.
Dalam proses penanganan karhutla tersebut, Balai TNGC juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan (KTH), hingga masyarakat sekitar. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.
Menghadapi musim kemarau yang disertai cuaca kering dan angin kencang, Toni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kebakaran hutan tidak hanya mengancam kawasan konservasi, tetapi juga berpotensi merembet ke lahan milik warga apabila tidak segera dicegah.
“Kami mengajak seluruh unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga agar tidak terjadi kebakaran. Sebagian besar kebakaran hutan yang terjadi selama ini disebabkan oleh ulah manusia,” tegasnya.
Balai TNGC memastikan patroli dan pengawasan akan terus diperkuat selama musim kemarau sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.***












Tinggalkan Balasan