KUNINGAN (VOX) – Komitmen mempercepat pembangunan kembali ditegaskan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam pelantikan pengurus KAHMI Kuningan periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama alumni HMI di Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (25/2/2026).

Dalam sambutannya, Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi alumni, dan seluruh elemen masyarakat sebagai fondasi percepatan pembangunan serta peningkatan daya saing daerah.

“KAHMI harus menjadi inkubator gagasan pembangunan, jembatan dialog antara pemerintah dan masyarakat, serta teladan etika kepemimpinan,” tegasnya.

Menurutnya, organisasi alumni seperti KAHMI memiliki posisi strategis dalam menghadirkan pemikiran konstruktif, inovatif, dan solutif bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.

Bupati mengungkapkan, hasil komunikasi intensif dengan pemerintah pusat membuahkan alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan.

Ia menjelaskan, penguatan infrastruktur menjadi strategi utama dalam mendongkrak posisi daerah pada Indeks Daya Saing Daerah (IDSD). Berdasarkan survei terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kuningan kini berada di peringkat 16 dari 504 kabupaten/kota se-Indonesia dan masuk tiga besar di Jawa Barat setelah Bogor dan Bandung.

“Kita optimistis dengan sinergi yang kuat, Kuningan bisa menembus lima besar nasional,” ujarnya.

Peningkatan infrastruktur, lanjutnya, bukan hanya soal konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan investasi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan capaian positif di sektor sosial ekonomi. Ia menyebut angka kemiskinan di Kuningan dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan signifikan.

Tingkat pengangguran pun menunjukkan tren membaik. Dari sebelumnya berada di peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat, kini turun menjadi peringkat ketujuh.

Meski demikian, Dian mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan masih memerlukan konsistensi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pembangunan bukan kerja satu pihak. Ini adalah kerja kolektif yang membutuhkan kebersamaan dan komitmen jangka panjang,” tandasnya.

Tema kegiatan, “Kami Kuningan Bergerak Bersinergi Mendorong Daerah Melesat dan Bersaing”, disebut Bupati sebagai panggilan moral sekaligus komitmen kolektif untuk memajukan Kabupaten Kuningan.

Ia berharap kepengurusan KAHMI periode 2026–2031 mampu menjadi motor penggerak ide dan gagasan strategis, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kuningan yang lebih maju dan berdaya saing.

Dengan dukungan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas elemen, Pemkab Kuningan optimistis mampu mempercepat transformasi pembangunan dan meningkatkan posisi daerah di tingkat nasional.***