KUNINGAN, (VOX) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan publik dengan meluncurkan Disdikbud Smart Service (DSS), sebuah platform digital terpadu yang dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan mengefisienkan layanan pendidikan di daerah.

Peluncuran DSS dilaksanakan secara hibrid di SMP Negeri 1 Jalaksana dan daring melalui Zoom Meeting serta YouTube Disdikbud Kuningan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat Disdikbud, kepala sekolah TK/PAUD, SD, dan SMP, para pengawas, serta pengurus organisasi pendidikan seperti PGRI, IPI, dan MKKS SMP Kuningan.

Kepala Disdikbud Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menggagas inovasi ini sekitar enam bulan lalu. Ia menugaskan Tim IT Disdikbud untuk merancang sistem digital yang terintegrasi dan akuntabel dalam mendukung tata kelola pendidikan. Setelah melalui proses perancangan, simulasi, sosialisasi, dan pengisian data oleh operator sekolah di semua jenjang, aplikasi ini akhirnya siap digunakan secara luas.

“Disdikbud Smart Service hadir sebagai bentuk nyata komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah diakses, dan transparan,” ujar Kusmana dalam sambutannya.

Menurutnya, aplikasi DSS menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan yang real-time, responsif, dan berbasis data digital.

Manfaat Utama Disdikbud Smart Service (DSS)Dalam kesempatan itu, Kusmana menjelaskan tiga manfaat utama dari DSS:

  1. Meningkatkan kualitas layanan publik di sektor pendidikan dan kebudayaan.
  2. Mempercepat proses pelayanan melalui sistem digital yang efisien.
  3. Mendorong transparansi dan akuntabilitas di seluruh lini pengelolaan pendidikan.

“Kami ingin semua urusan layanan pendidikan dapat diakses dalam genggaman tangan. Masyarakat tak perlu lagi datang ke kantor, cukup membuka aplikasi Disdikbud Smart Service, semua informasi tersedia di sana,” tegasnya.

Setelah peluncuran resmi, dilakukan demonstrasi langsung DSS oleh Andri Maulana, M.Kom, dari tim pengembang, serta simulasi daring oleh SMP Negeri 2 Darma. Aplikasi ini dapat diakses publik melalui situs resmi disdikbudsmartservice.id.

Apresiasi datang dari berbagai kalangan.Rusmiadi, A.P., S.Sos., M.Si., Sekretaris Disdikbud Kuningan, menyebut DSS sebagai “jembatan digital antara dinas, satuan pendidikan, dan masyarakat.” Sementara Hj. Elin Linawati, M.M.Pd. (Kepala SMPN 1 Jalaksana) dan Dedi Rahmadi, S.Pd. (Kepala SDN 1 Nangerang sekaligus Ketua K3S Jalaksana) menilai inovasi ini sebagai bentuk kemajuan signifikan dalam pelayanan publik berbasis teknologi.

Dukungan juga datang dari kepala sekolah secara daring, di antaranya Lia Lugiawati (TK Tunas Bangsa II Cigadung), Rika Mudrikah (SDN 1 Langseb), dan Dr. Aryanto, M.Pd. (SMPN 2 Mandirancan), yang menilai DSS akan memperkuat komunikasi dan mempercepat layanan pendidikan di tingkat akar rumput.

Acara ditutup dengan foto bersama dan penampilan lagu dari siswa SMP Negeri 1 Jalaksana, menandai langkah awal era digital baru dalam pelayanan pendidikan di Kabupaten Kuningan.***