
VOXPOPULI.CO.ID – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnedi, menyatakan dukungannya terhadap arahan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang meminta pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Menurut Udin, arahan Bupati sangat jelas bahwa potensi perputaran anggaran MBG yang mencapai sekitar Rp1,4 triliun per tahun merupakan peluang ekonomi yang sangat besar bagi para pelaku usaha di Kabupaten Kuningan.
“Arahan Pak Bupati sudah sangat jelas. Rp1,4 triliun anggaran yang masuk ke Kuningan merupakan pangsa pasar yang luar biasa bagi para pelaku usaha untuk mengambil momentum ini,” ujar Udin kepada Voxpopuli, Jumat (24/7/2026).
Selain menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kuningan, Udin juga merupakan pelaku usaha yang bergerak sebagai mitra dalam ekosistem Program Makan Bergizi Gratis.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama sektor pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pelaku UMKM, memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi kebutuhan bahan baku Program MBG.

“Mari kita memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, perkebunan, dan semua kebutuhan yang diperlukan dalam program MBG ini,” katanya.
Udin berharap kebutuhan bahan baku Program MBG dapat dipenuhi oleh petani dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, jangan sampai peluang pasar yang sangat besar justru dinikmati oleh daerah lain.
“Jangan sampai kebutuhan pangsa pasar MBG diambil wilayah luar Kuningan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kekhawatiran tersebut cukup beralasan karena Program Makan Bergizi Gratis kini dijalankan secara nasional sehingga seluruh daerah membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.
“Yang paling dikhawatirkan adalah program ini berlaku menyeluruh di setiap wilayah Indonesia. Setiap daerah tentu membutuhkan bahan baku yang sama,” ujarnya.
Karena itu, Udin berharap Kabupaten Kuningan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga menjadi salah satu sentra pemasok komoditas pangan bagi daerah lain.
“Kami sangat berharap kebutuhan bisa dipenuhi oleh wilayah sendiri. Kalau bisa, Kuningan sebagai daerah pertanian menjadi rujukan wilayah lain sebagai penghasil produk yang diperlukan dalam program MBG,” katanya.
Menurutnya, dampak positif Program MBG mulai terlihat di lapangan. Ia mengaku melihat gairah masyarakat untuk kembali mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan semakin meningkat.
“Sekarang kita sudah banyak melihat gairah pertanian, peternakan, perkebunan, khususnya pisang, sudah mulai meningkat,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Udin, banyak masyarakat yang kembali menggarap lahan pertanian dengan menanam berbagai komoditas yang dibutuhkan oleh mitra penyedia bahan baku Program MBG.
“Banyak yang sudah turun kembali ke sawah menanam bahan yang diperlukan oleh para mitra,” pungkasnya.
Dengan besarnya potensi perputaran ekonomi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan, Udin berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pelaku UMKM, dan perekonomian daerah secara keseluruhan.***












Tinggalkan Balasan