KUNINGAN(VOX) – Kondisi GOR Ewangga memantik keprihatinan publik. Gedung olahraga kebanggaan Kabupaten Kuningan itu tampak kumuh akibat tumpukan sampah yang tersebar di berbagai sudut, bendera yang sobek, kabel instalasi yang tidak rapi, serta sejumlah lampu penerangan yang tidak berfungsi. Pemandangan ini kontras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia yang telah menyatakan perang terhadap sampah sebagai agenda nasional, namun gaungnya dinilai belum terdengar oleh pengelola GOR.
Upaya korve yang dilakukan beberapa instansi beberapa hari lalu nyatanya belum membuahkan perubahan berkelanjutan. Sampah kembali menumpuk dan area sekitar gedung tak kunjung tertata. “Korve itu seharusnya jadi pemantik, bukan sekadar seremoni. Kalau pengurusnya tidak bergerak, ya kumuh lagi,” ujar seorang warga yang rutin beraktivitas di sekitar lokasi.
Ironisnya, GOR Ewangga masih kerap menjadi tuan rumah berbagai acara berskala besar. Hari ini, gedung tersebut digunakan untuk turnamen bola voli yang diikuti peserta dari berbagai daerah, bahkan luar kota. Kondisi lingkungan yang tidak terawat dinilai mencederai citra daerah di mata tamu dan peserta. “Kami menerima tamu dari luar Kuningan. Harusnya kesan pertama itu bersih dan tertib,” kata salah satu panitia kegiatan.
Lokasi GOR Ewangga yang berada di jantung kota seharusnya menjadikannya pionir kebersihan ruang publik. Sebagai “jendela” Kabupaten Kuningan, wajah GOR ini semestinya mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan pengelola terhadap tata kelola fasilitas umum. Pengamat kebijakan publik menilai masalah ini bukan semata soal sampah, melainkan soal manajemen dan tanggung jawab. “Fasilitas publik perlu standar pemeliharaan yang konsisten. Tanpa itu, pesan besar perang sampah hanya berhenti di spanduk,” ujarnya.
Masyarakat berharap ada langkah tegas dan terukur dari pengelola GOR dan pemerintah daerah, mulai dari penataan kebersihan rutin, perbaikan fasilitas, hingga pengawasan berkelanjutan. Tanpa itu, GOR Ewangga berisiko terus tampil kusam, sementara komitmen menjaga lingkungan bersih hanya menjadi jargon yang mudah dilupakan.***





Tinggalkan Balasan