
KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya disiplin aparatur sipil negara, kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, serta kehati-hatian dalam pengelolaan dana desa sesuai perintah Presiden. Penegasan tersebut disampaikan saat apel pagi yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Anugrah Sri Baduga kepada desa dan kelurahan berprestasi di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Senin 22 Desember.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa apel pagi dan forum koordinasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ruang strategis untuk menyatukan informasi, memperkuat soliditas birokrasi, dan menjaga ritme kerja pemerintahan agar tetap responsif terhadap dinamika daerah. Ia menyebut ASN yang disiplin mengikuti apel dan rapat merupakan ASN yang siap berkembang dan memahami arah kebijakan pemerintah.
“ASN yang rajin ikut apel dan rapat itu sejatinya sedang mempersiapkan kapasitas dirinya. Yang enggan hadir berarti sedang tertinggal dari perkembangan dan proses pengambilan kebijakan,” ujar Bupati.
Menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru, Bupati mengingatkan potensi lonjakan arus lalu lintas dan kunjungan wisata ke Kabupaten Kuningan. Ia meminta perangkat daerah terkait untuk melakukan antisipasi melalui rekayasa lalu lintas, penataan kantong parkir, serta penertiban kawasan wisata agar tetap tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung. “Kita tidak ingin ada kemacetan berjam-jam di kawasan wisata. Penataan parkir, rekayasa lalu lintas, dan ketegasan di lapangan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pengamanan perayaan Natal dengan menjunjung tinggi toleransi dan rasa aman. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan intoleran yang dapat mencederai kebersamaan dan stabilitas sosial di Kabupaten Kuningan, serta meminta sinergi penuh antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur masyarakat. Selain itu, Bupati meminta perangkat daerah terkait untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang akhir tahun, seperti beras, cabai, telur, dan minyak goreng, agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati menegaskan adanya instruksi langsung dari Prabowo Subianto kepada Inspektorat untuk melakukan audit terhadap seluruh dana desa. Ia meminta para kepala desa menyikapi kebijakan tersebut secara bijak dan menjadikannya sebagai momentum perbaikan tata kelola pemerintahan desa. “Ada perintah Presiden kepada Inspektorat untuk mengaudit dana desa. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan dana desa dikelola secara transparan dan bertanggung jawab,” katanya.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemerintahan daerah, provinsi, dan pusat. Oleh karena itu, desa diminta tidak mengambil sikap yang berseberangan dengan kebijakan nasional, terutama terkait program strategis pemerintah dan pengelolaan keuangan negara. “Hati-hati dalam mengelola dana desa. Kepatuhan terhadap aturan dan transparansi adalah kunci agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga mendorong ASN untuk berperan aktif sebagai agen promosi pariwisata dengan memanfaatkan media sosial secara positif, khususnya menjelang libur panjang, guna memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Kuningan kepada masyarakat luas.
Apel pagi tersebut ditutup dengan penyerahan penghargaan Anugrah Sri Baduga kepada desa dan kelurahan yang dinilai berprestasi dalam evaluasi kinerja pemerintahan. Bupati berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan publik, dan disiplin anggaran di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan.***












Tinggalkan Balasan