
KUNINGAN (VOX) – Dukungan terhadap atlet disabilitas Kuningan terus mengalir. Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, melakukan kunjungan langsung ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kota Solo untuk memberikan motivasi kepada para atlet yang sedang bersiap menghadapi ASEAN Para Games 2026 di Thailand.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (26/12/2025) itu, Bunda Ela menyapa atlet Kuningan yang tengah menjalani pelatnas sebagai bagian dari kontingen Indonesia, di tiga cabang olahraga unggulan, yakni atletik, angkat berat, dan bulu tangkis.
Dalam arahannya, Bunda Ela menegaskan bahwa para atlet disabilitas bukan hanya duta olahraga, tetapi juga simbol perjuangan dan inspirasi.
“Kalian bukan atlet biasa. Kalian adalah simbol perjuangan, ketekunan, dan harapan. Keterbatasan bukan penghalang untuk mengharumkan nama bangsa,” ujar Bunda Ela penuh haru.
Ia juga memastikan dukungan moral dari masyarakat Kuningan akan terus menyertai langkah para atlet.
“Bertandinglah dengan hati, nikmati setiap prosesnya, dan jangan pernah ragu dengan kemampuan diri. Kami di Kuningan selalu mendoakan dan mendukung kalian,” tambahnya.

Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, S.Sos, M.Pd, bersama jajaran pengurus. Hadir pula Sekretaris Umum NPCI Pusat, Ukun Rukaendi, S.Pd, yang mengapresiasi konsistensi dukungan Pemkab Kuningan terhadap atlet disabilitas di level nasional maupun internasional
Ketua NPCI Kuningan, Wibawa Gumbira, membeberkan tiga atlet Kuningan yang saat ini mengikuti pelatnas dan dipastikan akan berlaga di ASEAN Para Games 2026 pada Januari 2026, yaitu:
- Insan Nurhaida – Atletik (T35), penyandang disabilitas cerebral palsy (CP), lahir di Kuningan 24 Desember 1987.
- Hilman – Angkat berat, klasifikasi cebol, lahir di Kuningan 24 Juni 1989, salah satu andalan NPCI Kuningan.
- Dheva Anrimusti – Bulu tangkis (Standing Upper 5), penyandang disabilitas daksa, lahir di Kuningan 15 Februari 1998.
Menurut Wibawa, kunjungan Bunda Ela memberi dampak besar bagi mental atlet.
“Dari Pelatnas Solo, tekad atlet semakin menguat. Mereka siap membawa nama Indonesia sekaligus mengharumkan Kabupaten Kuningan di ASEAN Para Games 2026,” pungkasnya.
Langkah Bunda Ela ini menjadi bukti bahwa atlet disabilitas Kuningan mendapatkan perhatian serius, baik dari pemerintah daerah maupun lembaga sosial, demi mewujudkan prestasi di panggung Asia Tenggara.***











Tinggalkan Balasan