
KUNINGAN, (VOX) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, meluapkan kekecewaannya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Karangmangu dan SDN 1 Cilaja.
Dalam keterangannya, Amih Tuti menilai menu makanan yang diberikan kepada siswa sangat jauh dari kata layak, terutama pada porsi sayuran yang dinilai terlalu sedikit.
“Itu memang sangat keterlaluan ya Pak, itu hanya dengan dua lembar sayuran, dua iris wortel, dua iris pakcoy, yang satunya seperti rolade. Itu mohon-mohon itu di luar SOP. Mereka harusnya berpikir semua ini dibiayai negara, tinggal mereka laksanakan,” tegas Amih Tuti.
Ia menyebut, program MBG tidak boleh dijalankan asal-asalan karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Jangan seperti itu, tidak ada anak meninggal gara-gara kelebihan sayur, jadi harus disesuaikanlah. Ini mah ulah dihinakeun teuing,” lanjutnya.

Meski belum memberikan teguran resmi kepada penyelenggara MBG, Wabup meminta seluruh pengelola menjalankan program sesuai standar yang telah ditentukan pemerintah.
“Ya sesuaikan dengan SOP yang layak. Anak-anak juga anggap mereka itu anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, pengelola MBG tidak hanya bertugas membagikan makanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap kualitas gizi anak-anak di Kabupaten Kuningan.
“Dan jangan salah Pak, para pengelola MBG ini mereka itu seperti menerima warisan yang harus disesuaikan bagiannya kepada penerimanya,” katanya.
Amih juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kuningan masih menghadapi persoalan stunting yang cukup tinggi. Karena itu, kualitas menu MBG harus benar-benar diperhatikan agar tujuan program tercapai.
“Apalagi nanti kita Kuningan ini stunting-nya cukup tinggi. Jadi kalau program MBG-nya tetap tapi stunting belum ada penurunan, berarti itu ada kesalahan di pemberian menu itu tadi,” pungkasnya.
Sorotan keras dari Wakil Bupati Kuningan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat, terlebih program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.***









Tinggalkan Balasan