
VOXPOPULI.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan bersama rumah sakit terus memonitor kondisi kesehatan selama proses pemadaman kebakaran Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana.
dr. Agah Nugraha menjelaskan, perhatian Dinkes tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang terdampak asap, tetapi juga kepada para petugas yang berada di garis depan proses pemadaman.
Menurutnya, perlindungan kesehatan petugas menjadi perhatian karena mereka bekerja di tengah kondisi lokasi yang dipenuhi asap dan paparan dari timbunan sampah yang terbakar.
Pada Kamis (13/8/2026), Dinkes Kuningan membagikan sekitar 100 masker N95 untuk petugas utama yang terlibat langsung dalam pemadaman.
Selain itu, sekitar 500 masker KN95 disiapkan bagi petugas pendukung yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Dukungan kesehatan juga dilakukan melalui penyediaan tabung oksigen. Sebanyak empat tabung oksigen disiapkan, terdiri dari dua tabung dari RS Linggajati dan dua tabung dari Dinkes Kuningan.

RS Linggajati juga telah menyuplai dua tabung oksigen sejak Rabu malam. Salah satu tabung yang telah digunakan langsung diisi ulang untuk memastikan ketersediaan oksigen tetap terjaga.
“Udah habis satu, malah langsung diisi ulang,” ujar dr. Agah.
Selain perlengkapan pelindung dan oksigen, Dinkes Kuningan juga menugaskan Puskesmas untuk standby di lokasi kebakaran setiap hari hingga pukul 02.00 WIB.
Petugas kesehatan tersebut dijadwalkan secara bergiliran. Untuk Kamis (13/8/2026), piket di lokasi dilakukan oleh Puskesmas Japara.

Penyiagaan tenaga kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila petugas pemadam maupun masyarakat di sekitar lokasi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap selama proses penanganan kebakaran.
Dinkes Kuningan bersama rumah sakit akan terus memonitor kebutuhan kesehatan di lapangan, terutama bagi petugas yang menjadi garda terdepan dalam proses pemadaman TPSA Ciniru.***












Tinggalkan Balasan