VOXPOPULI.CO.ID – Penanganan kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, telah berlangsung selama 13 hari. Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara intensif, tim BPBD dan Damkar Kuningan kini menarik personel dari lokasi dan melanjutkan pemantauan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah tim melakukan pengecekan kondisi TPSA menggunakan thermal drone.

Menurut Indra, hasil pemetaan thermal drone menunjukkan masih terdapat sejumlah titik yang terdeteksi memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Namun, titik-titik tersebut tidak menunjukkan adanya api.

“Memang ada beberapa yang masih disebut di situ potensi panas, tapi bukan berbentuk api,” kata Indra kepada Voxpopuli, Selasa (25/8/2026).

Dari hasil pemetaan tersebut, suhu permukaan maupun bagian bawah tumpukan sampah yang sebelumnya terdampak kebakaran berada pada kisaran 26 hingga 35 derajat Celsius.

Indra menyebut angka tersebut masih tergolong normal berdasarkan hasil konsultasi tim. Kondisi itu dinilai dapat merupakan sisa panas akibat kebakaran sebelumnya.

“30, ada yang 26 derajat sampai dengan 35 derajat, itu hasil pemetaan thermal drone,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD tidak menutup kemungkinan munculnya kembali api. Namun, Indra menilai potensi tersebut relatif kecil sehingga kondisi TPSA Ciniru saat ini dianggap cukup aman dan kondusif.

“Kalau terkait dengan potensi muncul api lagi, mungkin masih ada sedikit kemungkinan, dalam artian minim,” katanya.

Setelah 13 hari melakukan pemadaman dan pendinginan dengan sistem pembagian shift, tim penanganan untuk sementara menghentikan aktivitas langsung di lapangan. Penarikan personel tersebut bukan berarti seluruh proses dinyatakan selesai.

Indra menegaskan bahwa keputusan resmi mengenai berakhirnya penanganan maupun posko tetap menjadi kewenangan pimpinan daerah setelah menerima laporan secara komprehensif dari tim penanganan.

“Untuk penetapan selesai, walaupun dirilis update kami, karena kami menyesuaikan dengan tindakan yang dilakukan BPBD serta Damkar, tetap ada pemantauan secara berkala,” jelasnya.

Pemantauan terhadap kondisi TPSA Ciniru juga dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Di lapangan, masih ditemukan kepulan asap di sejumlah titik. Namun, hasil pemetaan thermal drone menunjukkan suhu masih berada dalam ambang yang dinilai aman.

“Memang masih ada kepulan-kepulan asap, kenyataan di lapangan seperti itu. Tapi hasil dari pemetaan thermal itu suhunya masih normal dan masih di ambang batas yang cukup aman,” kata Indra.

BPBD dan Damkar akan tetap melakukan monitoring selama beberapa hari ke depan. Indra memperkirakan pemantauan intensif tersebut berlangsung sekitar dua hingga tiga hari.

“Kalau perlu ada tindakan lagi, ya kami siap. Tapi mudah-mudahan sudah betul-betul aman,” ujarnya.

Selain faktor kondisi TPSA, penarikan personel juga dilakukan karena tim BPBD harus kembali menangani laporan kebencanaan lainnya di Kabupaten Kuningan. Salah satunya adalah kebutuhan distribusi air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Indra mengatakan personel BPBD selama 13 hari telah bekerja secara bergantian untuk menangani kebakaran TPSA Ciniru. Karena itu, tim membutuhkan waktu untuk kembali mengatur personel sekaligus menangani potensi bencana lain.

“Jujur saja kalau berbicara kenapa kami menarik diri, dulu kami cukup kelelahan dengan kondisi 13 hari membagi shift,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi musim kemarau yang telah berlangsung selama beberapa pekan juga membuat BPBD harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai kemungkinan bencana.

“Hampir satu bulan tidak ada hujan sama sekali di wilayah Kabupaten Kuningan,” katanya.

BPBD Kuningan memastikan tetap siaga meskipun penanganan langsung di TPSA Ciniru dihentikan sementara. Monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada peningkatan suhu maupun munculnya kembali titik api.

“Intinya kami tetap siaga, monitor, dan untuk hal-hal yang lainnya mungkin akan disampaikan update di kemudian waktu menyesuaikan dengan situasi kondisi,” pungkas Indra.***