
VOXPOPULI.CO.ID – Keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dalam mempersiapkan Stadion Mashud Wisnusaputra sebagai home base Pesik Kuningan mulai terlihat dari pembenahan fasilitas lapangan. Salah satu pekerjaan utama yang dilakukan adalah mengganti seluruh rumput lapangan sepak bola.
Proses tersebut berlangsung di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kamis (01/10), dengan melibatkan tenaga ahli di bidang tanaman. Penggantian rumput dilakukan setelah kondisi rumput lama dinilai tidak lagi memungkinkan hanya ditangani melalui pemupukan.
Rudi, ahli tanaman yang terlibat dalam proses tersebut, menjelaskan bahwa dirinya pada awalnya diminta melalui Pemborong untuk melakukan pemupukan rumput lapangan. Namun setelah melakukan verifikasi, kondisi rumput ternyata sudah banyak yang hilang sehingga pemupukan dinilai tidak lagi menjadi solusi.
“Saya diminta oleh Pemborong untuk pertama awalnya memupuk rumput di lapang ini. Kemudian setelah saya verifikasi, ternyata rumputnya ini sudah enggak ada, habis. Jadi kita mau memupuk apa,” kata Rudi saat ditemui di lokasi.
Kondisi tersebut kemudian mendorong dilakukannya evaluasi dan pilihan untuk mengganti rumput secara keseluruhan. Menurut Rudi, sebelumnya terdapat alternatif untuk menambal bagian lapangan yang gundul. Namun, setelah mempertimbangkan kualitas rumput lama dan rumput baru, penggantian secara menyeluruh dinilai lebih tepat.

Rudi merekomendasikan penggunaan rumput Manila yang menurutnya memiliki karakteristik sesuai untuk lapangan sepak bola dan telah digunakan di sejumlah stadion besar.
“Saya bilang ada rumput yang direkomendasikan oleh FIFA, yaitu rumput Manila. Rumput ini sudah tersertifikasi dan jenis rumput ini sama dengan yang digunakan oleh Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemudian di luar negeri ada stadion Allianz di Jerman yang menggunakan rumput ini,” ujarnya.
Menurut Rudi, keputusan mengganti seluruh rumput juga berkaitan dengan potensi perbedaan karakter antara rumput lama dan rumput baru apabila hanya dilakukan penambalan.
Ia menjelaskan, rumput baru yang ditanam berdampingan dengan rumput lama berpotensi mengalami perbedaan pertumbuhan dan daya tahan ketika lapangan digunakan.
“Atas berbagai pertimbangan, akhirnya dilaksanakan secara keseluruhan penggantian. Untuk penanaman saya bisa laksanakan sampai verifikasi selesai, tetapi untuk sampai benar-benar bagus dan sampai bisa dipakai, normalnya tiga bulan,” jelasnya.
Meski secara normal membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mencapai kondisi maksimal, proses pengerjaan di Stadion Mashud Wisnusaputra dilakukan dengan teknik khusus untuk mengejar waktu yang tersedia.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan stadion yang diarahkan untuk dapat digunakan sebagai home base Pesik Kuningan.
“Informasinya di akhir bulan Oktober akan digunakan. Saya hanya memberikan yang terbaik. Teknik yang kita gunakan juga berbeda dari biasanya, kita sesuaikan semaksimal mungkin dengan waktu yang tersedia sampai dia bisa minimal ada tumbuh akar ke bawah,” kata Rudi.
Ia mengatakan proses penanaman dilakukan dengan memaksimalkan media tanam. Bahkan, kompos yang digunakan merupakan produk dari Kuningan yang menurutnya telah digunakan di sejumlah tempat dan memberikan hasil yang baik.
“Kompos yang kita gunakan ini kompos produksi dari Kuningan. Ini sudah digunakan oleh berbagai macam tempat di mana-mana dan hasilnya bagus, makanya sekarang kita gunakan di sini,” ungkapnya.
Rudi menyebut pengerjaan saat ini diarahkan untuk mengejar proses verifikasi terlebih dahulu. Namun, upaya tersebut tetap mempertimbangkan kondisi rumput agar dapat digunakan secara optimal.
Ia mengakui penggunaan lapangan dalam waktu dekat memiliki risiko terhadap rumput yang masih relatif baru. Kemungkinan sebagian rumput terlepas tetap ada apabila lapangan digunakan sebelum mencapai kondisi maksimal.
Namun, teknik penanaman dengan potongan rumput berukuran kecil dinilai dapat meminimalkan risiko tersebut.
“Rumput baru ditanam, kemudian pada saat ternyata tanggal 30 digunakan, kemungkinan ada yang kebuka atau terlepas. Tapi karena potongan kita kecil-kecil, mudah-mudahan tidak ekstrem. Kalaupun nanti tercabut satu atau dua kotak, masih bisa diperbaiki,” jelasnya.
Untuk memastikan rumput lama tidak kembali tumbuh, proses pengerjaan diawali dengan penghilangan rumput lama menggunakan alat berat. Setelah itu, media tanam baru ditambahkan sebelum proses penanaman dilakukan.
“Backhoe itu tujuannya untuk mengganti rumput, menghilangkan rumput yang lama. Jangan sampai nanti saat dikasih media yang baru yang bagus ini, rumput lama tumbuh lagi. Jadi dihilangkan dulu, baru kita tambahkan media tanam, kemudian dilakukan penanaman,” papar Rudi.
Penggantian rumput tersebut dipastikan dilakukan pada seluruh lapangan, bukan hanya pada titik-titik yang mengalami kerusakan.
Bagi Rudi, pekerjaan tersebut bukan sekadar proyek pekerjaan lapangan. Ia mengaku memiliki perhatian khusus terhadap Pesik Kuningan dan ingin memberikan kontribusi bagi klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan.
“Saya sangat konsen dengan Pesik. Apalagi saat kemarin kita masuk ke Liga 3, luar biasa itu,” ujarnya.
Rudi juga merupakan warga asli Kuningan. Ia tinggal di Cijoho dan berasal dari Karangasem. Bahkan, Stadion Mashud Wisnusaputra memiliki nilai tersendiri baginya karena pernah menjadi tempat bermain sepak bola ketika dirinya masih kecil.
“Saya asli Kuningan. Rumah saya di Cijoho, asalnya dari Karangasem. Di tempat saya main dulu waktu anak-anak, saya main bola di sini,” katanya.
Karena itu, keterlibatannya dalam pembenahan lapangan disebut sebagai bentuk kebanggaan sekaligus sumbangsih untuk Pesik dan masyarakat Kuningan.
“Ini sebuah kebanggaan. Makanya kalau dibilang borong, saya enggak borong. Artinya saya mencoba memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan ini jadi sumbangsih saya untuk Pesik utamanya dan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan,” tutur Rudi.
Setelah penanaman selesai, perawatan rumput akan dilakukan secara bertahap melalui pemupukan dan pemberian nutrisi. Rudi menjelaskan pemupukan dilakukan pada beberapa tahapan setelah proses penanaman.
“Setelah selesai kita tanam, kemudian kita pupuk di minggu setelah ini. Seminggu kemudian kita kasih nutrisi lagi, pupuk. Kemudian minggu keduanya lagi, minggu ketiga kita pupuk lagi,” jelasnya.
Rudi menargetkan pada pertengahan Oktober seluruh rumput sudah terpasang dan mulai menyatu dengan media tanam.
“Targetnya pertengahan Oktober PSSI datang, minimal sudah semua terpasang. Mudah-mudahan sudah bagus, sudah rada menyatu. Kita coba maksimalkan semampu kita,” pungkasnya.
Pembenahan rumput tersebut menjadi salah satu indikator persiapan Stadion Mashud Wisnusaputra untuk mendukung kebutuhan Pesik Kuningan. Dengan penggantian rumput secara menyeluruh, Pemkab Kuningan menunjukkan bahwa persiapan stadion tidak hanya menyangkut penggunaan lapangan, tetapi juga kualitas permukaan lapangan yang menjadi salah satu aspek penting dalam kesiapan sebuah home base klub sepak bola.***












Tinggalkan Balasan