
VOXPOPULI.CO.ID – Prestasi sepak bola dan futsal Kabupaten Kuningan dinilai telah berada di jalur yang tepat. Namun, untuk menjaga bahkan meningkatkan capaian tersebut, diperlukan pembinaan yang berkesinambungan melalui kompetisi yang rutin digelar. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si., saat menghadiri pembukaan Bupati Cup di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan, Sabtu (1/8).
Buky menegaskan, turnamen seperti Bupati Cup bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan menjadi bagian penting dalam mencetak generasi baru pesepak bola dan pemain futsal asal Kuningan.
“Saya harus menyambut baik kegiatan ini karena kita tahu prestasi bola maupun futsal di Kuningan sudah menunjukkan prestasi yang luar biasa,” ujar Buky.
Menurutnya, prestasi tersebut harus dijaga dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong agar Bupati Cup terus dilaksanakan setiap tahun dengan menambah kelompok usia dini sebagai bagian dari proses regenerasi atlet.
“Oleh karena itu saya kira turnamen-turnamen seperti Bupati Cup ini harus terus berkesinambungan. Mungkin nanti ditambah kategori usia 10 atau 12 tahun, usia dini, karena untuk regenerasi,” katanya.

Ia meyakini pembinaan yang dimulai sejak usia muda akan melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu membawa nama Kabupaten Kuningan bersaing di level yang lebih tinggi.
Bahkan, Buky berharap Kuningan dapat menjadi salah satu pusat pembinaan sepak bola di Jawa Barat.
“Saya berharap Kuningan jadi barometer sepak bola di Jawa Barat khususnya dan terus prestasinya naik terus,” ucapnya, sebelum menambahkan sambil tersenyum, “melesat.”
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memastikan Bupati Cup akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai upaya memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola daerah.
Ia mengapresiasi kehadiran Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi insan olahraga di Kabupaten Kuningan.
“Terima kasih atas kehadiran Pak Ketua DPRD Jawa Barat. Mudah-mudahan memberikan spirit bagi kita semua,” kata Dian.
Menurut Dian, kompetisi yang berlangsung secara konsisten akan menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda lokal yang nantinya dipersiapkan memperkuat Pesik Kuningan.
“Mudah-mudahan dengan turnamen seperti ini akan menggali bibit-bibit talenta muda Kuningan yang bisa memperkuat Pesik. Karena saya pikir dengan turnamen yang rutin ini akan melahirkan pemain-pemain hebat, dibiasakan secara mental, teknik, strategi, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia menegaskan, memperkuat Pesik Kuningan dengan pemain hasil binaan daerah merupakan target jangka panjang yang terus diupayakan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan sepak bola.
“Ini merupakan salah satu upaya besar kita untuk membuat skuad Pesik lebih kuat dan berlipat kuat dari bibit-bibit lokal,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai kemungkinan bonus tambahan di luar hadiah resmi turnamen, Dian memilih menjawab dengan santai sambil tertawa.
“Hadiahnya yang penting ada. Ada lah,” katanya.
Bupati Cup tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antartim, tetapi juga menjadi wadah pencarian bakat, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas pemain muda. Dengan kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan, Kuningan diharapkan mampu terus melahirkan pesepak bola berbakat yang dapat mengangkat prestasi Pesik Kuningan maupun sepak bola Jawa Barat di masa mendatang.***












Tinggalkan Balasan